Menkop: Universitas Diminta Tingkatkan Produktivitas UMKM

Menkop: Universitas Diminta Tingkatkan Produktivitas UMKM

 

Kalangan universitas diminta meningkatkan produktivitas UMKM. Ini agar mereka siap menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Hal itu ditegaskan Wakil Menteri Koperasi (Menkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Muhammad Taufiq. “Kaum intelektual, baik dari perguruan negeri maupun swasta harus terlibat dalam mengembangkan produktivitas UMKM, sehingga produktivitas UMKM nasional juga akan meningkat menjadi kekuatan baru untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN,” katanya di Universitas Narotama Surabaya, Kamis (20/2/2014).

Taufiq menegaskan, globalisasi menuntut adanya daya saing yang tercipta dari sinergi antara intelektual/teknologi, budaya, dan sumber daya alam yang dihasilkan di tempat asal. Karena itu, tantangan untuk mendorong daya saing adalah pemasaran dan cara mengemas produk kreativitas sesuai selera pasar.

Untuk peningkatan daya saing itu, sambung Taufiq, harus ada keunikan sumber daya lokal dan budaya, seperti batik serta produk kreativitas lain yang tidak kalah dengan produk luar negeri. “Namun cara mengemas dan cara pemasaran hasil kreativitas tersebut yang masih perlu ditingkatkan,” terang Taufiq.

Menurut dia, dalam upaya peningkatan daya saing itu pemerintah memberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) oleh Departemen Koperasi dan UKM beserta Departemen Perindustrian dan Perdagangan.

Dengan standar itu, kata Taifiq, pihaknya berharap pengembangan mutu produk dan daya saing produk akan lebih baik dalam pasar ASEAN maupun global. “SKKNI ini dibawah kewenangan Departemen Tenaga Kerja lewat Badan Nasional Sertifikasi Profesi,” cetusnya.

Dengan standar itu, pelaku usaha manajemen pengelola UMKM yang berorientasi ekspor, jasa, keterampilan khusus harus ada sertifikasinya agar mengubah persepsi SDM lokal yang dianggap masih belum bisa dipercaya bila dibandingkan dengan kemampuan dari ahli atau tenaga asing.

“Kecenderungan tersebut perlu diubah dimulai dari kalangan kampus dengan sinergi antara kalangan kampus dengan sektor riil akan mendorong proses pembelajaran dalam menyiapkan SDM yang lebih baik,” katanya.(atr/wh)