Menkop: Indonesia Belum Siap Hadapi Pasar Bebas ASEAN

Menkop: Indonesia Belum Siap Hadapi Pasar Bebas ASEAN

Indonesia belum siap menghadapi pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean (ME) atau Pasar Bebas ASEAN. Meskipun begitu, suka maupun tidak suka Indonesia harus menjalankan perjanjian internasional tersebut.

“Tapi suka nggak suka harus kita lalui. Kita tidak boleh mundur meski kita masih kalah dengan negara tetanggga,” kata Menteri Koperasi dan UMKM RI Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga saat memberi sambutan di pembukaan Wirausaha Muda Mandiri Goes to Pesantren, di Pesantren Alkautsar Akbar, Jalan Pelajar Medan, Jumat (20/2/2015).

Dia menuturkan saat ini pangsa pembagian (share) Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan dengan negara tetangga. Di mana share ekspor yang paling besar ditempati Singapura, disusul Malaysia. Sedangkan share ekspor Indonesia cuma 15 persen.

“Ini sangat kecil dibandingkan jumlah penduduk kita,” cetusnya.

Menurutnya, dengan jumlah penduduk Indonesia 250 juta, jika semua mampu mengajak masyarakat menggunakan produk nasional, hal itu merupakan salah satu bentuk penyelamatan tahap awal dalam melawan pasar bebas.

“Ayo terus gunakan produk dalam negeri. Kalau tidak pasti kita kalah. Satu inspirasi saya, penggunaan produk kita harus dijalankan di pondok pesantren di seluruh nusantara. Tahap berikutnya, tinggal kita fikirkan bagaimana mengeskpor produk-produk kita,” kata dia.

Pupayoga menyebutkan, tantangan Indonesia adalah bagaimana meningkatkan wirausaha menjadi minimal 2 persen. Pasalnya, saat ini Indonesia hanya punya 1,65 persen wirausaha dari jumlah penduduk yang ada.

“Ini adalah salah satu tantangan bagaimana meningkatkan wirausaha kita, minimal dua persen. Sehingga kegiatan seperti ini akan terus kami upayakan dengan kerjasama BUMN maupun swasta lainnya,” tandasnya. (lp6/wh)