Menkeu: Tak Ada Rencana Naikkan BBM

Menkeu: Tak Ada Rencana Naikkan BBM

Pemerintah belum  berencana untuk menaikkan harga Bahan Bakar  Minyak (BBM)  dalam waktu dekat.  Menteri Keuangan Muhamad Chatib Basri  menjelaskan  pihaknya saat ini fokus untuk  menjalankan program konversi BBM untuk mengendalikan volume. “Belum ada rencana  ke sana,” cetusnya di Jakarta, Kamis (27/2/2014).

Jawaban Chatib ini sebagai respon atas saran yang diberikan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. Sehari sebelumnya, Agus menyarankan pemerintah mempertimbangkan untuk kembali mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Menurut dia, reformasi struktural ekonomi yang dihormati oleh dunia internasional adalah jika pemerintah bisa memastikan pemberian subsidi tepat sasaran.

“Karena sifatnya masih subsidi harga, masyarakat yang membutuhkan sebenarnya tidak ikut menikmati. Jika diubah menjadi subsidi langsung dan ditunjukan untuk masyarakat miskin dengan mengurangi subsidi BBM yang sifatnya harga itu akan baik sekali,” ucap Agus.

Ia mengakui jika kebijakan pengurangan subsidi BBM akan berdampak pada inflasi. Namun, saat ini kondisi inflasi cukup normal, yaitu 4,5 persen plus minus 1 persen. “Saya hanya bisa mengimbau secara umum kepada pemerintah untuk mempertimbangkannya.”

Pemerintah pada tahun lalu sudah menaikan harga BBM bersubsidi jenis Premium menjadi Rp 6.500 per liter dan untuk Solar Rp 5.500 per liter yang berlaku mulai 22 Juni 2013. Anggaran subsidi BBM tahun ini juga dinilai sangat besar, yaitu Rp 210,7 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 untuk total kuota sebanyak 48 juta kiloliter. Angka itu naik dibanding yang dipatok di APBN Perubahan 2013, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 199,9 triliun dengan jumlah kuota 48 juta kiloliter. (tmp/ram)