Menjelajah Masa Lalu di Basha Market

Menjelajah Masa Lalu di Basha Market
ki-ka: Jojo Kreavi, Andri Kreavi, Dannis, Erin Christie, Devina dan Sim Tang Chuan saat pembukaan Basha Market di Grand City, Jumat (27/11/2015). Foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Sebanyak 140 vendor yang terdiri dari kolaborasi pelaku-pelaku industri kreatif ramaikan suasana peringatan terbentuknya Basha Market yang didirikan setahun lalu. Basha Market yang dibuka selama dua hari hingga 29 November 2015 di lantai I Grand City Mall & Covex Surabaya, kali ini memanjakan pengunjung untuk melakukan perjalanan masa lalu melalui mesin waktu.

Basha-1

“Pengunjung akan kami ajak melihat mesin waktu untuk mengunjung tiga tema viral acara Basha yaitu Broadway, Hyperspace dan Mad Lab yang telah diresapi sentuhan madness,” tegas Devina Sugono kepada wartawan, Jumat (27/11/2015).

Tema Mad Lab sendiri dipilih selain sebagai peringatan terbentuknya Basha Market di bulan oktober 2014 lalu, juga untuk mengingatkan bahwa setiap orang memiliki laboratorium yang ada di dalam pikiran masing-masing.

“Sebuah labirin yang dirancang kali ini akan membuat pengunjung dapat mengesplorasi 140 “laboratorium” independent brand yang bergerak di bidang lifestyle, fashion dan F&B. Mereka datang dari seluruh Indonesia lho,” lanjut Erin Christie, co founder Basha Market.

Untuk ramaikan suasana, Basha Market juga mnggandeng tiga studio kreatif yaitu AR & co, Main studios, dan WAFT Lab untuk menciptakan pengalaman alternative yang sangat unik. Dengan mengadopsi tema What You See Is Not What you Get (WYSINWYG), proyek kaloborasi ini akan menampilkan instalasi dengan fitur Augmented Reality dan robotika.

10-Robot-yang-dipamerkan
Hasil karya pemenang kontes robot yang dipamerkan. Foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

“Kami juga bangkitkan kraetifitas audience dengan gandeng Kreavi untuk mengadakan kompetisi ROBOART. Ke 10 robot terbaik dipamerkan untuk mengisnpirasi pengunjung guna mnampilkan bakat lokal. Diharapkan kedepan akan ada kompetisi sebagai wadah untuk talenta muda mengasah kreativitasnya,” ujar Erin.

Di tempat yang sama, CEO Grand City Mall & Convex Surabaya, Sim Tang Chuan, mengatakan acara ini adalah unik. Pihaknya sendiri tertarik dan tidak menyangka bahwa Indonesia bisa membuat kraetifitas seperti Basha Market ini.

“Acara seperti ini membangkitkan ekonomi Indonesia. Bila ingin sukses, harus berani berbeda dan stand up untuk melangkah maju,” tutur Sim Tang Chuan. (wh)