Menjalin Cinta di Sunday Market

Menjalin Cinta di Sunday Market

Nongkrong, mendengarkan musik, belanja, dan makan. Empat hal itu sudah jadi makanan wajib anak muda Surabaya. Sunday Market hadir untuk melebur keempatnya menjadi sebuah even anak muda terbesar Surabaya. Digelar kelima kalinya, Sunday Market mengembil tema Love Affair di Surabaya Town Square (Sutos), Minggu (23/2/2014). Empat belas ribu pengunjung diperkirakan memadati 120 booth yang menggelar dagangannya di sana.

Yang menarik, di antara ratusan booth tersebut, flea market alias pasar barang bekas yang paling ramai. Promotion coordinator Sutos, Edbert menyatakan, flea market menjadi andalan Sunday Market. “Yang bikin Sunday Market beda adalah pasar barang-barang bekasnya. Harganya murah dan bagus-bagus,” katanya. Selain itu, Sunday Market yang dirilis tahun 2012 itu bertekad ingin membangun scene pertemuan komunitas muda dan industri kreatif. “Kita juga ingin mendorong local desaigner bukan distro yang sudah mapan,” imbuhnya.

Sunday Market digagas oleh Soledad & Sisters Co. bekerja sama dengan Sutos. Setiap tahun, tema yang diusung berganti. Penyelenggaraan Sunday Market pertama membawa tema Hippieland. Kemudian berturut-turut, tema London Calling, NYC, Tokyo Rising, dan yang terbaru adalah Love Affair. “Tahun ini dibuka dengan tema Love Affair, karena ini masih masuk bulan Februari. Bulan cinta,” kata Edbert.

Salah satu pengunjung, Fahmi mengakui rutin mengikuti perhelatan Sunday Market sejak 2012. Desainer lokal yang tiga kali menjadi peserta Sunday market itu menilai, ajang tersebut mempermudah eksistensi brand pemula.“Buat local brand, Sunday Market menurut aku sebagai ajang untuk menampilkan eksistensinya. Brand-brand lokal Surabaya sebenarnya banyak banget. Tapi masih belum pede muncul ke permukaan,” ujarnya.

Meski dibilang cukup tertinggal dibandingkan kota-kota besar lain seperti Bandung dan Jakarta, Sunday Market menjadi even jujugan anak muda Surabaya paling ramai. “Kalau ke sini lebih enak buat ngumpul-ngumpul sih. Banyak komunitas dan pemilik brand, dari situ kita bisa sharing dan tukar ilmu,” tukasnya.(wh)