Menjahit Halus Tanpa Rasa Takut

Menjahit Halus Tanpa Rasa Takut

Pejuang Muda Surabaya Menjahit Halus Tanpa Rasa Takut

Tantangan terbesar seorang penjahit atau mereka yang bergerak di lini bisnis Tailor & Garments adalah produk jahitan yag halus. Semakin halus suatu produk yang dihasilkan  akan berbanding lurus dengan kepuasan konsumen.

Tetapi,  produk jahit halus ini tak datang dalam sekejap.  Diperlukan ikhtiar terus menerus dengan berlatih tak kenal lelah. Nah, poin itu yang ditekankan Atiek Dasar Sumarhadi  kala   menjadi instruktur pelatihan Pejuang Muda Surabaya di Kaza City, Minggu (25/2/2017).  Atiek me-review kembali semua materi  yang pernah diberikan selama ini. “Kami mengulang  kembali materi yang telah kami berikan. Yakni materi teknik pecah pola dan memotong bahan dasar.

Karena ada beberapa produk jahitan yang tidak sesuai teknik pecah pola dan teknik memotong bahan dasarnya sehingga produknya tidak sesuai standart yang kami tentukan,” ulas Atiek disela pelatihan.

Kata dia, perlu ketekunan dan ketelitian dalam melakukan dua teknik dalam proses menjahit tersebut. “Yang paling vital adalah kesalahan dalam melakukan teknik pecah pola. Masih banyak peserta pelatihan yang belum dapat melakukan teknik tersebut, sehingga produk yang dihasilkan kurang sempurna,” cetusnya.

Menurut Atiek, selain kedua teknik tersebut, dirinya juga menyoroti pemilihan benang dan jarum dalam proses menjahit. Kata dia, saat ini kebanyakan para anak muda yang tergabung dalam Pejuang Muda Surabaya kurang bisa menentukan kombinasi warna yang sesuai untuk warna kain yang dipergunakan.

“Jika kita tidak dapat menentukan jenis benang, warna benang dan jenis jarum yang di gunakan dalam proses menjahit, maka produk yang kita hasilkan tidak terlihat menarik, meskipun jahitan kita sudah halus,” tegas Atiek.

Ke depan, Atiek mengingatkan kepada para anak muda yang masuk dalam pejuang muda agar dapat terus mengasah kemampuannya dalam menjahit meskipun diluar jam belajar Pejuang Muda Surabaya.

“Kami ingin agar mereka terus dapat melatih kemampuannya dalam menghasilkan produk jahitan. Sebab, dengan terus berlatih sendiri dirumah, dengan waktu singkat mereka mampu menguasai teknik menjahit halus yang telah kita standartkan,” kupas Atiek mengakhiri. (ram)