Menjadikan Pariwisata sebagai Mata Rantai Perekonomian

Menjadikan Pariwisata sebagai Mata Rantai Perekonomian

Kresnayana Yahya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Menghidupkan mata rantai perekonomian adalah tugas bersama yang harus segera dilakukan. Konsep new normal berawal dari rasa khawatir dan hati-hati, sehingga masyarakat menjaga diri dengan cara menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Memang kita tidak boleh terlalu khawatir berlebihan. Karena tidak hanya merugikan para pelaku usaha kecil, tetapi diri sendiri juga. Dengan khawatir berlebih, sistem imunitas akan makin menurun,” ujar Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (18/9/2020).

Kresnayana menjelaskan, jika semua potensi wilayah harus dapat dipromosikan dengan baik. Tidak hanya potensi sumber daya alamnya, tetapi juga kearifan lokal lainnya. Seperti kulinernya, keragaman budaya dan lain sebagainya.

“Pariwisata tidak lagi menjadi bidang perekonomian sampingan, tetapi menjadi salah satu mata rantai yang dapat membangkit perekonomian mulai dari bawah. Jika sektor ini bangkit, seluruh sektor perekonomian yang lain akan bangkit. Perhotelan, kuliner dan sektor ekonomi kreatif dan sektor UMKM lainnya,” cetus Bapak Statistika Indonesia itu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Sinarto menjelaskan, faktor kesehatan menjadi salah satu daya saing di dunia pariwisata. Terlebih, di era pandemi sekarang. Untuk itu, dibutuhkan kreativitas dan inovasi untuk menghadapi tantangan tersebut.

“Contoh di antaranya, kita dapat melakukan promosi dengan berjualan kaus oblong dan suvenir yang lain dengan cara mendongeng atau bercerita,” cetus dia.

Dengan bercerita, kata Sinarto, masyarakat luas dapat memahami budaya yang terkandung dalam souvernir dan kaus oblong yang kita buat tersebut. Jelas hal ini akan menambah daya tarik sektor pariwisata kita.

Sampai hari ini, sambung Sinarto, faktor pendorong seperti pilkada serentak yang digadang-gadang dapat mampu menghidupkan sektor perekonomian belum terasa.

“Untuk menghadapi pandemi seperti sekarang ini memang dibutuhkan kreativitas dan tenaga ekstra. Banyak upaya yang sudah dilakukan pemerintah. Kami yakin keadaan pandemi ini akan cepat berakhir dan perekonomian akan berangsur membaik,” tandasnya. (wh)