Menjadikan Kampus sebagai Cita-Cita Luhur Bangsa

Menjadikan Kampus sebagai Cita-Cita Luhur Bangsa

Diskusi Rencana Gerakan Masyarakat Membangun Budaya Mandiri (GeMa MemBuMi) 2017 di Kampus ITS Sukolilo, Selasa (10/1/2017). foto: arya wiraraja/enciety.co

Rasa persatuan dan kesatuan bangsa ini harus dapat selalu dipupuk, di antaranya dengan mamahami peninggalan leluhur berupa kebudayaan bangsa Indonesia.

“Jika kita tidak dapat memahami kebudayaan kita sendiri, bagaimana kita dapat memupuk rasa persaudaraan antarsesama yang diwujudkan oleh para leluhur kita saat membangun bangsa Indonesia,” ujar Prof Daniel Rosyid PhD MRINA, Dekan FTK dalam acara Diskusi Rencana Gerakan Masyarakat Membangun Budaya Mandiri (Gema Membumi) 2017 yang diadakan di Ruang Sidang Kecil Rektorat ITS lantai 1 Kampus ITS Sukolilo, Selasa (10/1/2017).

Kata dia, salah satu hal yang dapat dilakukan untuk dapat kembali membangun bangsa ini lewat budaya jujur yang di mulai dari kampus.

“Kampus adalah tempat mula kita belajar dan mencetak generasi penerus. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban kita agar dapat mengenalkan dan mewariskan budaya sebagai cikal-bakal negara ini,” ulas dia.

Selain itu, sambung Daniel, yang harus dipahami para penerus bangsa ini adalah rasa Bhineka Tunggal Ika yang menjadi dasar negara berasar dari keanekaragam budaya bangsa yang berbeda.

“Kita harus mengerti, jika bangsa ini dibangun dengan semangat perbedaan. Maka dari itu, sekarang adalah tugas kita untuk dapat memahami hal tersebut dan melanjutkan perjuangan para penerus bangsa ini,” tandasnya. (wh)