Menhub Resmikan Pengoperasian KMP Mutiara Persada III

Menhub Resmikan Pengoperasian KMP Mutiara Persada III

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan meresmikan pengoperasian pelayaran perdana Kapal Ro-Ro KMP Mutiara Persada III yang akan melayani rute Pelabuhan Panjang Lampung ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pp, sebanyak 6 trip dalam satu minggu.

Direktur Utama PT Atosim Lampung Pelayaran, Ryan Bernandus usai peresmian pengoperasian KMP Mutiara Persada III yang dilakukan di Pelabuhan Panjang, Lampung, Rabu (6/5/2015), mengatakan, KMP Mutiara Persada III adalah kapal yang diproduksi oleh perusahaan galangan kapal di Jepang pada tahun 1991.

Kapal itu dibeli dengan harga lebih dari Rp 100 miliar pada tahun 2014 lalu. Kapal yang sudah melakukan docking ini memiliki bobot 15000 GT dengan panjang 151,13 meter dan lebar 23 meter dengan kecepatan 16 Knots. Kapal ini mampu mengangkut 150 kendaraan kecil dan 50 kendaraan kecil serta ratusan sepeda motor. Kapal ini mengangkut 500 penumpang termasuk 40 kamar kelas VIP.

Adapun harga tiket per penumpang untuk kelas ekonomi adalah Rp 350.000 dan untuk kelas bisnis/VIP adalah Rp 450.000. Untuk mobil kecil seperti sedan Rp 2,5 juta, untuk truk kecil Rp 3,5 juta dan Rp 10 juta untuk bus besar dan trailer. “Untuk biaya memang relatif ya. Tapi kami memberikan jaminan kenyamanan dan kecepatan waktu tempuh,” kata Ryan.

Dirjen Perhubungan Bobby R Mamahit menjelaskan, untuk rute Pelabuhan Panjang Lampung ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, akan ditempuh dengan waktu sekitar 39 jam. Berangkat dari pelabuhan Panjang maupun Pelabuhan Tanjung Perak setiap jam 22.00 wib.

Menurut Bobby, dengan waktu tempuh sekitar 39 jam, tentu lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan jalan darat yang menempuh waktu antara 80-90 jam. Apalagi fasitas yang tersedia di pelabuhan asal maupun pelabuhan tujuan sangat lengkap untuk penumpang maupun parkir dan sarana bongkar muat kendaraan.

Kehadiran KMP Mutiara Persada III ini tentunya akan mengurangi biaya logistik. Karena bisa yang harus dikeluarkan jika melalui jalan darat akan lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan kapal laut. “Yang mahal itu biaya macam- macam di jalan,” ujar Bobby.

Sebagai upaya untuk mempercepat perpindahan penumpang dan barang, Bobby mengatakan, nantinya PT Atomin Lampung Pelayaran akan menambah satu kapal lagi di rute yang sama pada awal Juni mendatang. Ryan menambahkan kapal ke dua yang akan melayani rute ini adalah kapal yang lebih kecil dengan bobot 12000. GT

Sementara itu Menteri Perhubungan mengatakan, selain dapat menekan biaya logistik, kehadiran KMP Mutiara Persada III ini dapat mengurangi beban di jalan raya. Sehingga kerusakan jalan di pantai utara Jawa bisa berkurang.

Adapun tantangan yang dihadapi oleh perusahaan pelayaran adalah jadwal yang tepat. “Kalau jadwal keberangkatan tidak tepat, anda akan dihadapkan dengan transportasi darat, udara dan kereta api,” kata Jonan. (wh)