Menguat, Dukungan Rachmat Gobel Pimpin Kadin

Mendag Sebut 40 Persen Produk yang Beredar di RI Palsu

Mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dinilai sebagai figur yang tepat untuk memimpin Kadin Indonesia lima tahun ke depan. Selain sebagai pengusaha nasional yang sudah lama berorganisasi, Rachmat dinilai mampu merangkul para pengusaha dari berbagai latar belakang.

Para anggota Kadin yang memiliki hak suara diimbau tidak transaksional. Kadin harus memberikan contoh berorganisasi yang benar, misalnya tidak menggunakan voting right untuk mencari uang.

Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk yang juga menjabat sebagai pimpinan steering committee (SC) Kadin, Putri Wardani mengatakan Kadin sebagai organisasi terbesar pengusaha di Indonesia harus tetap bersikap netral terhadap masing masing calon ketua umum (ketum) Kadin yang baru.

Ia menyambut baik apabila ada calon baru yang bersedia maju memimpin Kadin, seperti Rachmat Gobel. Menurut Putri, Rachmat Gobel sudah menjadi wakil ketua umum Kadin selama puluhan tahun. Selain itu, dia juga mampu memimpin industri besar di dalam negeri dengan merek besar Panasonic dan pernah menjabat menteri perdagangan.

Putri menuturkan pengalaman Rachmat Gobel sangat banyak dan jam terbangnya sangat tinggi. Kadin butuh sosok pemimpin yang berkualitas seperti dia. “Saya siap mendukung siapa saja calon yang maju menjadi ketum Kadin yang baru,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) VII Kadin, 22–24 November 2015 di Trans Hotel, Bandung, Jawa Barat. Salah satu agenda penting munas ini adalah pemilihan ketua umum (ketum) yang kini dijabat Suryo Bambang Sulisto. Munas akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam munas kali ini, selain Rachmat Gobel, setidaknya telah mengemuka dua nama yang akan maju memperebutkan kursi ketua umum Kadin 2015-2020, yakni Rosan Roeslani‎ dan Maxi Gunawan. Rosan saat ini masih aktif menjabat sebagai wakil ketua umum Kadin Indonesia bidang Perbankan dan Finansial, sementara ‎Maxi Gunawan menjabat sebagai ketua Komite Tetap Hubungan Kerja Sama Lembaga Luar Negeri Kadin Indonesia.

Para kandidat akan bersaing untuk memprebutkan 132 suara. ‎Suara itu datang dari 34 daerah, di mana setiap daerah tiga suara. Ditambah suara dari asosiasi dan himpunan, yang mewakili 30 suara. (bst)