Mengkhawatirkan, 205 Siswa Surabaya Konsumsi Narkoba sepanjang 2016

Mengkhawatirkan, 205 Siswa Surabaya Konsumsi Narkoba sepanjang 2016

Tes urine yang dilakukan terhadap siswa dan tenaga pendidik SMP N 52 Surabaya, Selasa (13/12/2016). foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Peredaran narkoba masih menjadi momok bagi masyarakat. Pasalnya, hingga kini, mereka yang mengonsumsi barang haram tersebut sudah semakin mengkhawatirkan. Bukan hanya kalangan dewasa, tapi juga anak-anak sekolah.

Selasa (13/12/2016), sebanyak 783 siswa, 41 guru, dan 4 staf sekolah SMPN 52 Surabaya menjalani tes urine. Tes dilakukan Tim gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang terdiri dari Badan Narkotika Nasional (BNN)  Surabaya, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan dan Bapemas Surabaya.

Dari hasil pemeriksaan di sekolah yang berlokasi di Medokan Semampir Gang Kelurahan, Kecamatan Sukolilo tersebut, menemukan ada empat siswa yang positif terkena Metamfetamine (MET) dan ekstasi (MDMA).

“Ada empat siswa dari hasil tes urine positif mengandung MET dan MDMA. Juga ada empat guru yang positif benzodiazepine, MET dan MDMA. Tetapi untuk gurunya kesemuanya karena lagi kena sakit kanker payudara dan osteo arthritis yang dibuktikan dengan surat dari dokter,” ungkap Kepala BNN Surabaya AKBP Suparti.

Perwira dengan dua melati di pundak tersebut menambahkan, gencarnya tim gabungan tersebut menyasar ke sekolah-sekolah karena permintaan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang melihat kenaikan jumlah pengguna narkoba di kalangan siswa sekolah.

Mengkhawatirkan, 205 Siswa Surabaya Konsumsi Narkoba sepanjang 2016
foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

“Tahun 2015 lalu, hanya 65 yang terdeteksi positif pemakai double L, ganja, sabu dan ekstasi. Tahun ini, naik hingga menjadi 205 siswa yang positif,” ujarnya menyayangkan sambil menyebut jika 4 siswa yang positif tersebut akan di asesmen medis.

Kepala Sekolah SMPN 52 Surabaya, Sukmo Darmono mengatakan pihaknya kaget dengan adanya tes urine yang dilakukan secara mendadak oleh tim gabungan dari Pemkot tersebut. Karena pihaknya baru saja menyelenggarakan ujian bagi siswanya yang baru berkahir Kamis pada minggu kemarin.

Namun dirinya mendukung penuh hal tersebut karena dapat mengetahui siswa dan tenaga pendidik yang terkena narkoba di lingkungan sekolahnya.

“Bila ada siswa yang terkena narkoba maka kami serahkan ke pihak BNN dan dinas pendidikan. Namun jika guru terkena maka saya serahkan ke dinas pendidikan yang berwenang,” kata Sukmo Darmono. (wh)