Mengenal Boxing Day di Liga Inggris

Mengenal Boxing Day di Liga Inggris
foto:worldsoccertalk.com

Berbeda dengan beberapa kompetisi di benua biru lainnya,  tak ada kata libur pada perayaan Natal di Liga Inggris. Para manajemen, pesepakbola dan fans tetap antusias berduyung-duyung ke lapangan guna menyaksikan pertandingan sepakbola. Kompetisi masih tetap berjalan, sehari setelah perayaan Natal. Inilah yang di Liga Inggris kerap dinamakan Boxing Day.

Di Inggris dan negara-negara lain seperti Australia dan Kanada, satu hari setelah Natal adalah hari libur sekuler yang disebut sebagai Boxing Day. Meskipun tidak ada yang tahu pasti bagaimana hari itu disebut sebagai Boxing Day, namun yang jelas tidak ada kaitannya dengan olahraga tinju.

Mungkin pemahaman yang paling luas tentang asal nama itu adalah tradisi dari orang-orang yang lebih kaya di masyarakat yang memberi pelayan atau pedagang mereka kotak Natal atau “Christmas Box” yang berisi uang dan hadiah lain sehari setelah Natal. Kotak Natal ini merupakan imbalan setelah pelayanan selama satu tahun penuh.

Yang lain mengatakan nama ini berasal dari tradisi pascaNatal gereja-gereja yang menaruh kotak di depan pintu untuk mengumpulkan sumbangan bagi warga yang kurang mampu di masyarakat dan butuh hiburan Natal.

Sebagian lagi menelusuri nama ini dari tradisi Angkatan Laut Inggris dulu, di mana uang disimpan dalam kotak yang bersegel di atas kapal selama pelayaran panjang, dan kemudian diberikan ke seorang pendeta untuk dibagikan ke warga miskin jika pelayaran sukses.

Ada banyak penjelasan lain, namun Boxing Day tidak ada kaitannya dengan kebiasaan di era modern, saat orang-orang membeli kotak-kotak besar berisi televisi, komputer atau barang lain.

Juga, tak seorang pun tahu kapan-kapan Boxing Day dimulai, namun sebagian meyakini sejarah itu sudah berlangsung sejak berabad-abad silam, ketika para pelayan diberi satu hari libur untuk beristirahat setelah sibuk menyiapkan pesta tuannya di hari Natal.

Malah ada yang menyebutnya lebih awal lagi, yaitu tradisi tentara penjajah Romawi mengumpulkan uang dalam kotak yang lalu diteruskan oleh para pendeta di Inggris untuk mengumpulkan dana bagi warga miskin. Tradisi ini populer di jaman Victoria dan berlangsung hingga hari ini.

Kerajaan Inggris mungkin menjadi masa lalu, namun Boxing Day masih dirayakan di berbagai Negara Persemakmuran termasuk Kanada, Australia dan Kenya. Di Kanada, ada yang mengatakan Boxing Day kalah tenar dari Black Friday yang “diimpor” dari Amerika, yaitu hari setelah perayaan Thanksgiving di Amerika bulan November. Namun cabang perusahaan ritel Best Buy di Kanada mengatakan tanggal 26 Desember tetap menjadi hari belanja paling laris sepanjang tahun.

Boxing Day telah berkembang menjadi hari untuk bersantai dan bersenang-senang, dan juga belanja. Hari itu dipenuhi banyak event olahraga, termasuk jadwal sepakbola secara maraton yang dirancang agar orang bisa bermalas-malasan di depan TV di sofa mereka yang nyaman.  Nah, dalam beberapa tahun terakhir, momen ini juga dijumpai di Liga Inggris. Dimana, kompetisi masih berputar sehari setelah Natal. Ini sebagai bentuk hadiah yang  diberikan pesepakbola Liga Inggris untuk para pendukungnya. (ap/ram)