Mengajar Online, Guru Korsel Bisa jadi Miliarder

Mengajar Online, Guru Korsel Bisa jadi Miliarder
foto:washingtonpost

Di Indonesia, para guru memperjuangkan kesejahteraan mereka. Di Korsel, banyak guru justru menjadi miliarder. Salah satunya guru korsel yang sukses adalah Cha Kil-yong. Sehari-hari, Cha adalah guru matematika. Tetapi, Cha bukan guru biasa. Penampilan Cha justru lebih mirip bintang K-Pop. Dia mengajar sambil menyanyi. Salah satu lagu yang kerap dinyanyikannya adalah “SAT Jackpot!“.

Kelasnya bukan di sebuah ruang yang diisi puluhan murid tetapi sebuah studio dengan dekorasi meja belajar dan papan tulis. Di belakang kamera, dia menyimpan satu rak penuh properti mulai dari kostum kuda nil hingga batman.

Cha menjalankan sebuah sekolah persiapan (hagwon) online, yang dinamai SevenEdu. Semua kelas yang diampu Cha berfokus untuk menyiapkan pelajar mengikuti tes matematika dalam ujian masuk perguruan tinggi. Menurut Cha, dia menghasilkan USD8 juta tahun lalu. Angka ini setara dengan Rp 99,58 miliar. “Saya sangat mencintai matematika,” kata Cha, seperti dilansir  Washington Post, Kamis (1/1/2015).

Sebagian besar remaja Korea menjalani hari-hari dengan kehidupan pendidikan ganda. Mereka mengikuti kelas pada sekolah konvensional di pagi hari, kemudian pergi ke hagwon untuk kelas belajar tambahan. Pola ini meningkatkan keberadaan hagwon online hingga menjadikannya industri bernilai USD20 miliar.

Ini adalah tren yang menguntungkan bagi guru seperti Cha. Dia memulai karier mengajarnya di hagwon untuk membiayai kuliah S-3.

Sekira 300 ribu pelajar mengambil kelas online yang diampu Cha. Para pelajar ini membayar USD39 untuk pelajaran selama 20 jam. Kelas persiapan konvensional sendiri mematok tarif hingga USD600. Cha mengajari para muridnya berbagai trik mengerjakan ujian dalam waktu terbatas, termasuk cara pintas menyelesaikan soal.

Cha mengilustrasikan pengajaran matematika dengan memasak. Misalnya, kata Cha, Anda memberikan bahan-bahan yang sama kepada 100 chef berbeda, maka mereka akan membuat makanan yang berbeda. Prinsip inilah yang digunakan Cha dalam mengajarkan matematika. Menurutnya, ada berbagai cara untuk mendapatkan hasil. “Anda tidak hanya mengajarkan sebuah materi pelajaran, tetapi juga harus menjadi penghibur multitalenta,” kata pria yang mengaku sudah mengajar selama 20 tahun tersebut.

Pada hari ujian SAT, dia mengunjungi sekolah dan memberikan dukungan kepada para peserta tes. Cha juga menjadi bintang iklan, dia mempromosikan minuman ginseng yang berkhasiat meningkatkan kekuatan otak.

Guru miliarder lainnya adalah Kwon Kyu-ho. Dia mengajar sastra dengan menampilkan bintang K-Pop. Sebagai usaha sampingan, Kwon memiliki bisnis periklanan.

Menurut Kwon, mempertahankan pekerjaannya tidak hanya membutuhkan pendidikan yang baik. Pria 33 tahun ini juga melakukan perawatan rutin seperti facial dan berlatih kebugaran. Bahkan, kata Kwon, beberapa guru juga memiliki pengarah gaya sendiri. “Saya selalu ingin menjadi guru. Tetapi saya merasa sekolah tradisional memiliki keterbatasan, terutama dalam metode pengajaran yang dipakai. Dan tentu saja, saya menghasilkan banyak uang dari mengajar dengan cara ini,” imbuhnya.

Guru yang memiliki kelas online bernama Etoos dan VitaEdu ini tidak ingin mengungkap berapa banyak uang yang dihasilkannya. Tetapi, ujar Kwon, kisarannya ada pada beberapa juta dolar per tahun.

Kwon mengakui, kunci suksesnya adalah menemukan bagian tes yang membuat banyak pelajar kesusahan. Dia kemudian memfokuskan pengajaran pada area masalah tersebut. Pola ini, ujar Kwon, memiliki keunggulan tersendiri. “Saya rasa, salah satu keunggulan pendidikan swasta adalah para guru berkompetisi satu sama lain dan mencoba membangun mutu konten yang lebih baik. Kami memiliki uang. Kami dapat berinvestasi pada berbagai cara yang tidak dapat dilakukan guru lain pada umumnya,” tutur Kwon. (oke/ram)