Menemukan Karekter Fashion Design

Menemukan Karekter Fashion Design

RR Nita Susianita Karunia Saraswati, Michelle W, dan Kresnayana Yahya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Fashion design punya potensi yang sangat luar biasa jika ditekuni. Produk desain tidak akan lekang oleh zaman. Beberapa karakter yang diciptakan seperti Hello Kitty, Mickey Mouse puluhan tahun lalu sampai kini masih tetap ada dan masih digemari anak-anak muda.

“Yang menarik sebenarnya karakter tua yang sudah ada dari dulu namun penggemarnya anak-anak muda dari generasi ke generasi. Meski banyak karakter baru namun produk desain ini masih saja diminati. Ini karena produk ini punya ciri yang tidak dapat ditiru kompetitor,” kata Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (19/7/2019).

Acara ini menghadirkan dua alumni Alumni Universitas Ciputra Surabaya Jurusan Fashion Design & Business, yakni RR Nita Susianita Karunia Saraswati dan Michelle W.

Kresnayana lalu menjelaskan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk dapat membangun karakter. Di antaranya bahan yang digunakan, penempatan karakter dan lain sebagainya.

“Penjiwaan dalam membuat produk desain karakter ini yang paling penting. Meski karakter kita ditiru tapi jiwa yang ada di dalamnya tidak semudah itu ditiru. Ya, kalau kita sudah dapat menemukan ciri khas dari produk desain kita itu, minimal kalau ada yang mau meniru biayanya jauh lebih besar ketimbang dia membuat karakter baru,” papar Kresnayana.

Ciri khas tertentu dalam produk desain, sambung Bapak Statistika Indonesia itu, salah satunya bisa didapat dari keragaman budaya di Indonesia. Dia lantas mencontohkan produk batik. Karakter produk atau motif yang ada pada kain batik dapat ditiru, namun sulit dan butuh waktu panjang.

“Untuk bisa berkembang dan masuk pada pasar global, para desainer muda ini ya harus bisa buat produk seperti batik yang punya ciri khas sendiri,” pungkas Kresnayana. (wh)