Mendesak, Penyelesaian Terminal Penumpang Modern Tanjung Perak

Mendesak, Penyelesaian Terminal Penumpang Modern Tanjung Perak
foto: a guterres/enciety.co

Pemerintah menyambut positif pelaksanaan Angkutan Lebaran tahun ini yang nyaris tanpa insiden. Catatan yang dimiliki pemerintah adalah minimnya fasilitas pelayanan bagi calon penumpang di Tanjung Perak.

Kepala Kantor Syahbandar Utama Tanjung Perak Chris P.Wanda mengakui terminal penumpang modern yang dibangun PT Pelabuhan Indonesia III belum tuntas. “Kita memang kesulitan memberikan pelayanan kepada calon penumpang, karena gedung yang kita harapkan ini belum kunjung tuntas,” kata Chris dijumpai disela-sela evaluasi dan Halal bi Halal di Terminal Penumpang, Minggu (17/8/2014).

Chris berharap pembangunan Terminal Penumpang Modern Tanjung Perak bisa tuntas secepatnya. Hal ini diharapkan agar terminal penumpang modern pertama di Indonesia ini bisa dilakukan.

Sejak dilakukan revitalisasi terminal penumpang pada 2013 silam, angkutan penumpang pada Lebaran, Natal dan Tahun baru ditempatkan di terminal penumpang sementara. Sementara fasilitas di penumpang sementara belum memadai.

“Sudah dua tahun memindahkan penumpang di terminal sementara. Memang tidak ada masalah, tetapi terminal sementara memang kurang memadai dari sisi fasilitas. Berbeda dengan terminal modern ini yang memiliki fasilitas lebih lengkap,” lanjut pria kelahiran Papua itu.

Sepanjang angkutan Lebaran tahun 2014 ini jumlah penumpang di tanjung Perak mencapai 64.168 untuk arus balik, atau mengalami kenaikan sekitar 3 persen dibanding tahun lalu. Tetapi untuk arus mudik terjadi penurunan sekitar 4 persen dibanding tahun lalu, atau setara dengan 86.946.

Untuk penurunan arus mudik menurut Chris, disebabkan selisih harga tiket pesawat terpaut tipis. “Jadi memang banyak yang menggunakan pesawat ketika mudik. Sebaliknya, saat kembali atau arus balik, mereka menggunakan kapal laut,” ujarnya.

Faktor lain yang menyebabkan penurunan arus mudik, karena jadwal liburan berhimpitan dengan pelaksanaan pilpres. Sehingga banyak penumpang yang konsentrasi terpecah antara naik kapal laut dan pesawat. (wh)