Mendagri: Tiap RT di Indonesia ada Satu Pengguna Narkoba

Mendagri:  Tiap RT di Indonesia ada Satu Pengguna Narkoba
Mendagri, Tjahjo Kumolo saat memberi pemaparan kepada seluruh kepala SKPD dan Camat Surabaya di Ruang Sidang Wali Kota Surabaya, Rabu (26/11/2014).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjajo Kumolo mengaku mendapatkan laporan bahwa di hampir di setiap wilayah perbatasan saat ini tengah menjadi kawasan penyelundupan narkoba dari berbagai negara. Dampaknya dari perhitungannya, rata-rata di setiap RT (rukun tetangga) di seluruh Indonesia ada sedikitnya satu pecandu narkoba.

Ini diungkap oleh Tjahjo saat memberi pemaparan kepada Kepala SKPD dan Camat Surabaya di Ruang Sidang Wali Kota, Rabu (26/11/2014). Ini membuatnya untuk segera bertindak cepat dan merencanakan untuk mengumpulkan semua kepala daerah di Indonesia untuk membicarakan hal ini.

“Rencananya ke depan saya akan kumpulkan semua Wali Kota, bupati, gubernur se-Indonesia. Tapi belum tahu waktunya kapan. Ini untuk menindak lanjuti rencana Pak Presiden untuk membangun daerah-daerah dan perbatasan. Selain itu untuk membahas penyelundupan narkoba di daerah-daerah perbatasan,” kata Tjahjo.

Dalam kesematan itu Tjahjo juga merasa heran. Belum genap satu bulan bekerja sebagai seorang menteri bebannya terus bertambah. Terlebih persoalannya saat ini menyangkut masa depan bangsa dan bahaya narkoba.

“Ternyata daerah perbatasan itu justru sarangnya penyelundupan narkoba. Bahkan mirisnya, rata-rata di setiap RT (rukun tetangga) di seluruh Indonesia ada minimal satu pengguna narkoba aktif. Mulai dari pengguna narkoba jenis lem, ganja, sabu-sabu dan lain sebagainya,” bebernya.

Mantan Sekjen PDIP ini pun langsung membicarakan hal ini dengan Menkopolhukam, Kejaksaan, dan berbagai unsur lainnya untuk segera mengatasi keaadaan yang dikatakannya sebagai kondisi yang gawat tersebut. “Kemarin rapat dengan Menkopolhukan, kejaksaan, dan berbagai unsur lainnya karena keadaan ini sudah gawat. Bagaimana bisa satu RT di Seluruh Indonesia ternyata ada minimal satu pengguna ini akan menular jika dibiarkan saja. Karena itu kami mendorong kejaksaan untuk tidak memberi ampun kepada bandar narkoba,” tegasnya.

Kita lihat di semua lapas, pengguna narkoba tercampur dengan perampok, pencuri, bahkan sampai dengan teroris. Campur aduk ini mengakibatkan tidak sehat