Mencetak Anak Cerdas? Simak 10 Tips Berikut ini

Mencetak Anak Cerdas? Simak 10 Tips Berikut ini
foto: ehowcdn.com

Banyak hal yang harus diperhatikan orang tua untuk melihat perkembangan agar anak cerdas. Bukan hanya faktor fisik, tapi juga intelektual. Perkembangan kecerdasan yang benar-benar dilihat orang tua.

Tak hanya itu, untuk mencetak anak cerdas, intervensi nutrisi untuk mengoptimalkan proses tumbuh kembang anak harus diperhatikan orangtua.

Menurut DR. Dr. Damayanti Rusli Syarif, Sp.A(K), konsultan nutrisi dan penyakit metabolik anak, konsumsi makanan anak cerdas, baik bagi bayi maupun wanita hamil, haruslah dilakukan dengan bijak dan cerdas.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mencetak anak cerdas:

  1. Memperhatikan kecukupan dan komposisi makanan yang diasup dimulai saat ibu memutuskan untuk hamil.
  2. Memperhatikan kenaikan berat badan saat hamil. Dengan kebutuhan protein saat hamil meningkat 60 persen, kenaikan berat badan untuk berat badan normal 10-12,3 kg, untuk wanita yang kurang gizi 13,6 kg, dan untuk wanita yang mengalami kelebihan berat badan 7-9 kg.
  3. Hingga usia 6 bulan, bayi sebaiknya hanya diberi ASI.
  4. Untuk memenuhi kebutuhan ASI, ibu menyusui setidaknya memerlukan ekstra 500 kalori dibandingkan diet normalnya pada tiga bulan pertama menyusui. Setelah itu dilanjutkan menjadi 800 kalori.
  5. Makanan pendamping ASI diberikan saat bayi siap secara gastroenterologis, yakni kesiapan saluran cerna serta enzim-enzimnya, juga psikologis dan neurologis.
  6. Menjadi kewajiban orangtua untuk menyiapkan makanan dengan komposisi nutrisi lengkap dan seimbang. Dan kewajiban anak untuk menentukan jumlah makanan yang dikonsumsi.
  7. Memasuki usia balita, selera makannya akan menurun dibandingkan saat bayi. Makanya, pada fase ini pertumbuhannya pun tidak secepat ketika bayi.
  8. Sebaiknya tidak membiasakan memberi makanan yang terlalu manis, asin, berlemak, dan terlalu banyak serat bagi bayi dan balita.
  9. Jangan lupa sarapan! Ini berguna untuk memenuhi kebutuhan energi di pagi hari.
  10. Biasakan makan serta beraktivitas secara baik sejak bayi, dengan menjadikan diri Anda (orangtua) sebagai panutan