Menaker: Tak Ada Rencana Penghapusan Outsourcing

mayday_flagcrop

Salah satu persoalan yang selalu menjadi tuntutan para buruh di peringatan May Day ialah penghapusan sistem kerja alih daya (outsourcing). Namun, Menteri Tenaga Kerja (Menaker), M Hanif Dhakiri menegaskan tidak ada rencana penghapusan sistem kerja tersebut. Pasalnya, ini merupakan amanah undang-undang. “Tidak ada penghapusan, tidak ada rencana,” jelas Hanif saat menghadiri peringatan hari buruh di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2015).

Hanif berdalih tidak ingin melanggar peraturan. Sebagaimana diketahui, dalam Pasal 59-66 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, diatur tentang tenaga kerja kontrak dan outsourcing.

Keberadaan tenaga kerja outsourcing hanya dibolehkan untuk lima jenis pekerjaan, yaitu security, cleaning service, transportasi, katering dan jasa penunjang di sektor pertambangan. Sistem terbut juga diperbolehkan terhadap pekerjaan yang bukan berada pada inti bisnis perusahaan dan bukan pekerjaan yang bersifat terus-menerus. “Ini penegakan hukum ketenagakerjaan, masa kita langgar,” imbuhnya.

Meski demikian, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 27 Tahun 2014 tentang perubahan atas peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor 19 Tahun 2012 tentang syarat-syarat penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain. Yakni mengatur tenaga outsourcing ini. (oke)