Menaikkan Nilai Ekonomi dari Hand Bucket

Menaikkan Nilai Ekonomi dari Hand Bucket

Pelatihan creative Industry basic di Kaza City Mall.

Hand bucket pengantin bukan digunakan dalam acara formal seperti pertunangan dan pernikahan. Produk ini banyak hadir untuk jadi buah tangan saat wisuda, perayaan natal dan ulang tahun.

“Ini jadi peluang bagi para pelaku usaha handicraft. Untuk itu, tidak salah jika pada perlatihan kali ini kita coba buat produk ini,” ujar Wiwit Manfaatin, koordinator mentor pelatihan creative Industry basic di Kaza City Mall, Minggu (21/7/2019).

Wiwit lalu mengatakan, hand bucket pengantin yang dia bedah kali ini berbeda dari produk kebanyakan. Produk ini terbuat dari bunga kain flanel.

“Dalam pelatihan-pelatihan sebelumnya, kita buat bunga dari kain flanel. Kalau di jual berbatang, nilainya tidak tinggi. Beda kalau kita rangkai jadi hand bucket, nilainya bisa meningkat 2-3 kali lipat,” terang Wiwit.

Wiwit menambahkan, hand bucket telah mendapat apresiasi di semua kalangan masyarakat. Contohnya, dalam acara Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan yang digelar pada Sabtu (20/7/2019) lalu, produk ini laku keras.

“Ada beberapa kawan pelaku usaha Pahlawan Ekonomi yang jualan produk tersebut, hasilnya mereka laku keras. Hingga kemarin sampai ada yang dapat meraup omzet Rp 3,9 juta dari hasil jualan hand bucket saja,” kupas Wiwit.

Untuk membuat hand bucket tersebut, imbuh dia, ada beberapa bahan yang dibutuhkan. Yakni, boble tape, kawat warna kecil, plastik sampul warna, dan kertas sampul warna.

“Untuk merangkainya, pertama kita lilit dengan doble tape. Setelah itu, lapisi dengan kertas dan plastik sampul,” paparnya.

Di pasaran, hand bucket bisa laku dijual dengan harga minimal Rp 35 ribu. “Untuk harga sesuai kombinasi warna bunga dan kerapihan produknya. Makin rapi dan bagus. Harga jualnya makin tinggi,” pungkas Wiwit. (wh)