Menag Resmikan UIN Sunan Ampel Surabaya

Menag Resmikan UIN Sunan Ampel Surabaya
UBAH STATUS: Suryadharma Ali meneken prasasti saat peremian UIN Sunan Ampel Surabaya.

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) diresmikan menjadi Universitas Islam Negeri atau UIN Sunan Ampel Surabaya, Rabu (12/12/2013). Menteri Agama RI, Suryadharma Ali memukul beduk sembilan kali sebagai tanda peresmian.

Menag mengucapkan selamat atas suksesnya perubahan status IAIN menjadi UIN. “Ini bukan proses mudah dan singkat, tetapi memakan waktu lama dan berliku. Tapi, karena kesungguhan semua pihak maka alih status bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Menag mengatakan, Jawa Timur merupakan salah satu provinsi paling beruntung karena memiliki dua Universitas Islam Negeri, yakni UIN di Malang dan Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Menag menerima penghargaan “UINSA Award” kategori “Islamic Education Breakhthrough” karena dinilai sebagai sosok menteri yang mampu melakukan terobosan dalam mengembangkan pendidikan Islam.

Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof Abd A’la mengatakan, salah satu indikatornya karena Suryadharma Ali mendorong adanya proses alih status IAIN dalam rangka proses integrasi ilmu keagamaan dengan ilmu sosial, sains dan teknologi.

“Penghargaan ini sebagai bentuk perhatian dan terobosannya dalam mengembangkan pendidikan Islam dalam upaya pengintegrasian ilmu keislaman, sosial, sains dan teknologi di Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri dan Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta.

Soal beralihnya status IAIN menjadi UIN, Abd A’la mengaku bangga dan bersyukur. Ke depan, pihaknya akan terus mengembangkan integrasi ilmu demi terwujudnya peradaban Islam yang damai dan maju dari Indonesia ke dunia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengucapkan selamat kepada IAIN yang hari ini diresmikan menjadi UIN Sunan Ampel. Menurut dia, tentu ini sesuatu yang patut dibanggakan dengan harapan yang menjadi universitas harapan Jatim dan Indonesia.

“Lulusan UIN Sunan Ampel akan memiliki bekal lebih dibandingkan lainnya. Semisal, lulus menjadi dokter, tapi juga hafal Al-Quran atau lulus menjadi guru juga sangat hafal Al-Quran,” katanya.(ant/wh)