Memfungsikan Facebook Group untuk Tingkatkan Penjualan

Memfungsikan Facebook Group untuk Tingkatkan Penjualan

Niko Atmadja di pelatihan digital marketing di Kaza City Mall. foto: arya wiraraja/enciety.co

Kegunaan Facebook Group selain tempat berkolaborasi juga punya banyak fungsi lain. Di antaranya untuk berinteraksi dengan para calon pembeli dan melakukan perjanjian transaksi.

Hal itu disampaikan Niko Atmadja dari tim trainer Facebook, dalam pelatihan Digital Marketing Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya, di Kaza City Mall, Sabtu (20/7/2019).

“Facebook Group digunakan untuk membangun komunitas. Ruang komunitas ini dapat digunakan sebagai tempat yang aman bagi para anggota komunitas usaha Anda. Dengan ruang ini, Anda mendapatkan informasi dan hal-hal penting bagi komunitas dan usaha,” tegas Niko.

Niko lalu mencontohkan pemilik brand Evolve yang menawarkan produk electrical skateboard. Brand itu telah berhasil membangun komunitas dengan membuat group di Facebook. Anggota dari grup tersebut adalah para calon pembeli dan mereka telah menggunakan produk electric skateboard.

“Di grup itu sebenarnya mereka buat untuk menjadi tempat para customer atau pengguna electric skateboard mengkritik dan memberi masukan pada produknya. Namun, seiring berjalannya waktu, grup itu jadi wadah bagi mereka untuk memasarkan produknya. Awalnya, mereka promosi jika ada varian baru electric skateboard,” tegas Niko.

Setelah berjalan kurang lebih 4 tahun, akhirnya member group tersebut makin bertambah. Menurut Niko, banyak testimoni positif dalam konten yang di posting dalam grup tersebut. “Akhirnya, keberadaan grup tersebut dapat mendongkrak penjualan electric skateboard,” papar dia.

Niko menjelaskan, ada tiga macam tipe Facebook Group yang digolongkan sesuai pengaturan privasi. Yakni, public group, close group, dan secret group.

Public group, artinya semua orang yang ada bisa melihat dan bergabung. Close group, tidak semua orang bisa bergabung. Biasanya group ini berisikan reseller. Secret group. punya tingkat privasi sangat tinggi. Biasanya digunakan berkomunikasi antarpegawai dalam perusahaan,” ulas Niko.

Untuk membuat dan mengembangkan komunitas dalam Facebook Group, terang Niko, ada beberapa hal yang harus dicermati. Pertama, deskripsi grup. Jelaskan fungsi dan kegunaan grup yang dibentuk. Kedua, kategori member yang bergabung. Hal ini dapat mempermudah dalam mempromosikan produk dan membentuk komunitas.

“Kalau kita tidak bisa mendeskripsikan fungsi grup yang kita bentuk, jelas orang bakal malas bergabung. Setelah itu, undang orang-orang terdekat, lalu undang para pemirsa atau para pengguna Facebook lain,” paparnya.

Memfungsikan Facebook Group untuk Tingkatkan Penjualan

Selanjutnya, timpal Niko, jika konten yang di-share dalam grup hendaknya bermanfaat bagi para member yang ada di dalamnya. Buat konten yang ditargetkan, konten yang relevan dan berhubungan dengan usaha. konten bisa berupa siaran langsung Facebook.

“Pilihan konten harus bijak. Artinya, tidak melulu membagi konten hard selling. Bisa juga konten-konten yang sifatnya edukasi atau pengetahuan. Konten ini lebih mengena bagi para calon pelanggan yang ada di grup,” tegas Niko. (wh)