Membuat Kemasan untuk Tambah Nilai Jual

Membuat Kemasan untuk Tambah Nilai Jual
Pelatihan membuat kemasan Pahlawan Ekonomi Surabaya di Kaza City, Minggu (7/6/2015). arya wiraraja/enciety.co

Pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Kota Surabaya yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi (PE) tidak hanya diajarkan untuk membuat barang saja. Mereka juga dibekali membuat kemasan yang menarik dan merangsang orang untuk membeli.

“Kami ajarkan para pelaku UKM agar bisa membuat wadah atau kemasan semenarik mungkin bagi barang handycraft yang dihasilkannya,” kata Nanik Herry, koordinator instruktur handycraft PE kepada enciety.co di Kaza City, Minggu (7/6/2015).

Menurut dia, ada dua keuntungan yang didapat bila para pelaku UKM tersebut bisa membuat kemasan bagi barang handycraft yang dihasilkannya. Pertama, dapat menambah nilai jual. Kedua, dapat memberikan tambahan pemanis bagi handycraft yang sudah dibuat.

Yang dibutuhkan untuk membuat kemasan secara sederhana adalah bahan-bahan yang mudah didapatkan. Yaitu kertas karton manila tebal, gunting, lem dan penggaris serta berbagai ide lainnya.

“Membuat kemasan bisa dibuat untuk baju batik, busana muslim dan kerudung. Dengan kemasan yang bagus otomatis dapat meningkatkan nilai ekonomi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nanik menjelaskan, modal untuk membuat satu handycraft dibandrol Rp.10.000, sedangkan harga jual handycraft yang sudah dikemas bisa mencapai Rp. 25.000.

“Dengan program ini diharapkan UKM Surabaya dapat menembus pasar internasional. Terlebih lagi menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang sebentar lagi akan diberlakukan. Jangan sampai para UKM kalah bersaing dengan mereka yang dari luar negeri,” terang dia. (wh)