Membuat Bros Karung Goni Berhias Sulam Benang

Membuat Bros Karung Goni Berhias Sulam Benang

Pelatihan creative industry basic Pahlawan Ekonomi Surabaya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Baru-baru ini, sulam benang jadi tren dunia fashion. Tren fashion ini sebenarnya sudah dikenal lama, hanya saja sempat redup sekitar lima tahun lalu.

“Namun produk-produk yang dihiasi seni sulam benang kini makin dicari lagi. Jika dibanding produk hasil sulam pita, sulam benang lebih detail. Mulai dari bentuk karakter sampai kombinasi warna. Jadi tidak heran banyak yang suka,” ungkap Wiwit Manfaatin, koordinator mentor creative industry basic Pahlawan Ekonomi, di Kaza City Mall, Minggu (28/7/2019).

Wiwit menjelaskan, pada pelatihan kali ini yang menjadi fokus adalah membuat bros dengan memanfaatkan limbah karung goni. Kata dia, karung goni yang digunakan adalah karung goni bekas wadah beras dan kopi yang didapat dari pasar.

“Kita sengaja gunakan bahan limbah dan tidak membeli kain karung goni fotokopi. Supaya mereka paham langkah apa saja yang dilakukan untuk mengolah limbah karung goni,” cetus Wiwit.

Pertama, terang Wiwit, limbah karung goni dibersihkan dan dicuci. Kemudian diberi pewarna yang telah dicampur dengan lem perekat. Hal ini dilakukan supaya tekstur karung goni menjadi kaku dan mudah dipotong dan dibentuk. Setelah itu, karung goni dikeringkan.

“Kalau sudah kering mulai proses pembentukan dengan membuat pola bunga.

Lalu bentuk dengan cara menggunting karung goni secara detail. Supaya, ketika brosnya jadi bakal terlihat rapi dan nilai ekonominya tinggi,” ujar owner Witrove ini .

Setelah dibentuk, imbuh Wiwit, dapat memberikan sentuhan seni sulam benang. Bentuk atau karakter yang bisa dibuat adalah bunga dan flora.

“Kita bisa menambahkan karakter hewan dan karakter lain, namun penambahan itu kita lakukan sesuai tema bros yang akan kita buat nantinya. Mungkin di lain kesempatan kita bahas,” tegas Wiwit.

Untuk sentuhan akhir, kata Wiwit, ditambahkan kain jenis blacu pada bagian dalam. Setelah dilapisi kain blacu tambahkan pin bros dengan cara direkatkan lem perekat.

“Untuk nilainya, kita bisa bandrol produk ini Rp 25 ribu per buah,” pungkas Wiwit. (wh)