Membuat Batik Shibori dengan Teknik Segitiga

Membuat Batik Shibori dengan Teknik Segitiga

mentor pelatihan creative industry souvenir Pahlawan Ekonomi Surabaya, di Kaza City Mall.foto:arya wiraraja/enciety.co

Batik shibori yang berasal dari Jepang punya warna yang menarik. Batik ini hampir mirip dengan baik jumputan khas Indonesia. Kemiripan itu jika ditinjau dari teknik pembuatannya. Untuk membuatnya menggunakan teknik dilipat, diikat, dan disimpul, sebelum dilakukan perwarnaan.

Hal ini disampaikan Wiwit Manfaati, koordinator mentor pelatihan creative industry souvenir Pahlawan Ekonomi Surabaya, di Kaza City Mall, Minggu (24/2/2019).

Menurut Wiwit, untuk membuat motif bunga mawar batik shibori menggunakan teknik lipat dan simpul. Sedangkan untuk pewarnaan digunakan kuas dan nampan sebagai wadah.

“Yang kita lakukan adalah teknik lipat segitiga. Caranya, lipat dan gulung kain hingga berbentuk segitiga. Lalu kita gunakan teknik kuas supaya warnanya rata. Kalau menggunakan teknik celup, terkadang warna yang dihasilkan belang atau tidak rata,” tutur Wiwit.

Kata dia, teknik lipat segitiga tersebut dilakukan untuk menghasilkan motif kelopak bunga pada kain. Agar terlihat natural, gunakan teknik ikat pada kain. Kesan natural didapat dari kerutan kain yang menyerupai kelopak bunga dalam kain.

“Dalam proses pewarnaan, pastikan warna yang digunakan senada atau sesuai. Boleh tabrak warna asal sesuai. Untuk bisa menguasai teknik pewarnaan ini kita harus rajin cari referensi,” papar owner Witrove ini..

Wiwit menambahkan, agar pewarna menempel sempurna, kain yang digunakan harus direndam semalam. Hal itu bisa membuat serat kain lebih terbuka dan kain bisa menyerap warna dengan sempurna.

“Banyak zat kimia dalam kain. Agar pewarna bisa menempel, ya kita harus menghilangkan zat-zat tersebut dengan cara merendamnya dengan air,” papar Wiwit.

Saat ini, kata dia,  di pasaran kain jenis shibori makin banyak digemari. Terutama para wisatawan mancanegara. Wiwit menjelaskan, penjualan baju dengan kain shivori di daerah wisata seperti Bali dan Jogjakarta yang makin tinggi.

“Baju dengan bahan kain batik shibori ini bakal jadi tren baru di dunia. Jadi sebelum itu terjadi baiknya kita kuasai dulu cara membuatnya. Untuk itu, kami ingin mereka ini bisa membuat dan memproduksi berbagai busana dari kain jenis shibori ini,” tegas perempuan yang meraih berbagai penghargaan ini.(wh)