Membangun Ruang Belajar Anak

Membangun Ruang Belajar Anak

Membangun Ruang Belajar Anak

*Rr. Imamul Muttakhidah (roro.immamul@gmail.com)

Di negeri kita isu politik lebih kuat daripada isu pendidikan. Mungkin karena kebijakan pendidikan dinilai tidak strategis. Oleh karena itu, kita patut memberi apresiasi tinggi kepada pelaku pendidikan yang konsisten mengabdikan diri tenaga dan karya disumbangkan pada bidang pendidikan.

Mengenai realitas pendidikan di Indonesia yang masih dililit persoalan-persoalan domestik. Jangan lantas membuat kita “phobia” akan kenyataan global, bahwa tantangan sekaligus tanggung jawab untuk mencari solusi pemecahan dan penyelesaian bukan hanya terletak pada pundak para ahli dan pakar pendidikan. Artinya, menyangkut bangunan pendidikan perlu adanya upaya yang harus kita lakukan bersama-sama agar kerja keras yang telah diberlakukan tidak kehilangan relevansinya, bahkan seolah-olah meaningless.

Ibarat pendidikan sebagai  sebuah rumah, terdiri dari variasi komponen yang mendukung, arsitektur dan kontraktor sebagai tenaga terampil yang akan mengolah dan berbagai karakter “materiil” seperti pasir, semen, air dan batubata ada didalamnya. Seyogyanya memang tidak ada tendensi sentral mencirikan identitas karakter seseorang untuk mendirikan “bangunan” pendidikan.