Membaik, 15 Dokter Spesialis Tangani Wali Kota Risma

Membaik, 15 Dokter Spesialis Tangani Wali Kota Risma

Muhammad Fikser, dr Febria Rachmantia, dan dr Pesta Parulian.foto:kompas

Kondisi kesehatan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang menjalani perawatan medis dikabarkan terus membaik. Sebanyak 15 dokter spesialis ditugaskan menangani di ICU Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSUD dr Soetomo agar Wali Kota Risma cepat sembuh dari sakitnya.

“Ada 10 subdokter spesialis, beberapa dari subspesialis itu tidak hanya satu, tapi ada dua dan tiga dokter. Jadi secara total sekitar 12-15 orang,” ungkap Kepala Humas RSUD dr Soetomo Surabaya dr Pesta Parulian saat jumpa pers di RSUD dr.Soetomo Surabaya, Rabu (26/6/2019).

Kata dia, ke-15 dokter spesialis tersebut di antaranya dokter anestesi, dokter penyakit dalam, dokter mikrobiologi, dokter jantung, dokter radiologi, dan dokter patologi.

Menurut Pesta, pihaknya melakukan pemeriksaan secara super intensif terhadap perkembangan kondisi kesehatan wali kota perempuan pertama di Surabaya itu. Mulai dari perawatan pertama masuk RSUD Soetomo hingga saat ini.

“Kami mendalami apa-apa saja yang terjadi pada Ibu (Tri Rismaharini, red). Tentunya setiap hari nantinya akan ada tim dokter spesialis yang akan menjelaskan perkembangan kesehatan Ibu,” kata dia.

Untuk itu, Pesta melanjutkan, mewakili manajemen RSUD dr Soetomo, ia  memohon kepada pengunjung, simpatisan, dan seluruh warga Kota Surabaya ikut mendoakan kesembuhan Wali Kota Risma.

“Meski pun belum bisa secara langsung melihat atau menjenguk Ibu (Tri Rismaharini, red), namun demi kesehatan Ibu, kami sangat mengharapkan pengertiannya. Kita mungkin batasi kunjungan karena saat ini Ibu kita rawat intensif,” kata dia.

Baca juga: https://www.enciety.co/dirujuk-ke-rsud-soetomo-begini-kondisi-wali-kota-risma/

Baca juga: https://www.enciety.co/kelelahan-risma-dirawat-di-rsud-soewandhie/

Asma dan Maag

Tim dokter menyebut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terindikasi penyakit asma dan maag sehingga harus dirujuk dari RSUD Soewandhie ke ICU Gedung Bedah Pusat Terpadu RSUD dr Soetomo Surabaya.

“Untuk diagnosa sakitnya awal memang maag dan asma,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmantia.

Menurut dia, untuk asma sudah diderita Risma sejak lama atau pada saat sebelum menikah. Jadi, kondisi Risma saat itu kelelahan dan kecapekan.

“Sebelum sakit sempat ikut membersihkan Tugu Pahlawan. Mungkin itu karena kecapekan,” ujarnya.

Mendapati hal itu, lanjut dia, Risma mengalami sesak napas sehingga dilarikan ke RSUD dr Soewandhie. Namun, pada saat perawatan, kondisi Risma belum cukup stabil sehingga dirujuk ke RSUD dr Soetomo.

“Jadi kondisi Bu Risma saat itu bukan kritis. Paling tidak agak turun dari biasanya,” katanya.

Ia menjelaskan dirujuknya Risma ke RSUD dr Soetomo dengan pertimbangan agar mendapatkan perawatan yang lebih baik oleh tim dokter setempat. “Dokternya lebih baik di sini. Banyak konsultannya juga,” ujarnya.

Saat ditanya kapan Risma bisa pulang, Febria mengatakan pihaknya bersama tim dokter RSUD dr.l Soetomo masih melakukan observasi dan belum diketahui berapa lama masa observasinya.

“Soal berapa lama, nanti kita kabari lagi. Kami belum bisa memastikan. Intinya kondisi bu Risma saat ini sudah stabil. Kita doakan, harapannya secepatnya pulih,” katanya.

Kepala Humas RSUD dr Soetomo Surabaya dr Pesta Parulian menambahkan kondisi Wali Kota Risma saat ini sudah lebih baik, lebih stabil dan tidak segawat atau tidak seberat seperti saat di RSUD Soewandhie.

“Kita perlu memonitor. Rumah sakit yang rujukan tertinggi di provinsi adalah RSUD dr Soetomo, di mana ada banyak konsultan yang bisa memberikan pendapat dan nantinya apa saja yang akan dilakukan,” pungkasnya. (ant/wh)