Membaca Surabaya di Galeri Seni House of Sampoerna

Membaca Surabaya di Galeri Seni House of Sampoerna

 

16 seniman asal Yogyakarta menggelar karya seni rupa dua dan tiga dimensi. Pameran yang bertajuk ”Membaca Kota #1: Surabaya” digelar 28 Maret–20 April 2014 di Galeri Seni House of Sampoerna.

Membaca Kota merupakan sebuah pameran roadshow yang mengajak seniman dari berbagai latar belakang seni membaca sebuah kota dan menuangkannya dalam sebuah karya seni. Beberapa tahun terakhir, Kota Surabaya telah tumbuh menjadi salah satu kota besar di Indonesia yang sangat diperhitungkan dalam konstelasi politik dan ekonomi nasional. 

Mahdi Abdullah, salah satu perupa yang turut serta memamerkan karyanya, mengungkapkan bahwa laju urbanisasi ke sebuah daerah umumnya diiringi dengan masuknya kebiasaan-kebiasaan baru yang akan mempengaruhi dinamika sosial mapun budaya dari kota tersebut. 

“Karya instalasi saya diberi judul Topless untuk menerjemahkan problematik Surabaya dalam menghadapi perkembangan lokalisasi yang mana kemolekan wanita ditawarkan dari sebuah ruang kaca,” kata Mahdi, Kamis (27/3/2014). 

Sedang Uky Basuki mengatakan, dirinya menunjukkan rasa keprihatinan dan kegeraman akan banyaknya satwa yang satu per satu mati di Kebun Binatang Surabaya (KBS) dalam karya berjudul Oh Zoorabaya!. “Penderitaan hewan-hewan saya gambarkan dalam sebuah karya patung hewan dengan tanaman kaktus di atasnya,” beber Uky. 

Setelah pameran di Surabaya, berikutnya Membaca Kota akan diusung ke beberapa daerah daerah lain seperti Bandung, Jakarta, Semarang, Magelang dan Bali

Selain Uky Basuki dan Mahdi Abdullah, 14 seniman lainnya yang juga turut serta dalam pameran Membaca Kota ini adalah Ahmad Oka, Alexander Nawangseto, Andita Purnamasari, Arsita Pinandita, Bayu Widodo, Cahyo Basuki Yopi, Dani King Heriyanto, Deni Rahman, Hendra Blangkon, Iqi Qoror, Nanang Nugroho Wijayatmo, Rudi Aceh, Theresia Agustina S, dan Titus Garu.(wh)