Memadupadankan Blus dengan Busana Lain

Memadupadankan Blus dengan Busana Lain

Pelatuhan cluster creative industy jahit garmen di Kaza City Mall, Minggu (22/7/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Pascapelatihan pekan lalu, peserta pelatihan cluster creative industry jahit garmen Pahlawan Ekonomi diarahkan melanjutkan proses menjahit blus. Blus merupakan busana semi formal. Pasalnya, blus ini dapat dipadu dengan banyak busana lain.

“Contohnya kemeja, busana muslim, hingga kaus oblong. Semua pantas dipadu dengan blus,” ujar Lilik Solikati, mentor Pahlawan Ekonomi, di sela acara pelatihan di Kaza City Mall, Jalan Kapas Krampung Surabaya, Minggu (22/7/2018).

Kata dia, pelatihan memotong bahan ini sebenarnya lanjutan dari pelatihan sebelumnya. Di mana sebelumnya, para pelaku usaha diajarkan mengukur badan pelanggan.

“Selepas proses mengukur dan membuat pola dasar, peserta lanjut proses memotong bahan. Bahan yang digunakan adalah kain yang telah disediakan. Proses memotong ini butuh kecermatan melihat pola dan serat pada kain,” jeas perempuan berjilbab ini.

Menurut Lilik, pada proses memotong ini kesulitannya menentukan pola kain yang dipilih. Selain itu, peserta juga wajib membayangkan susunan kain yang dipotong ketika proses menjahit.

“Penentuan pemotongan bahan kain ini sangat penting. Karena hal itu dapat memudahkan menjahit. Contohnya, pola kain yang digunakan untuk bagian badan dan lengan, harus senada atau nyambung. Jika tidak, blus yang kita bikin bakal tidak cantik,” tegasnya.

Memadupadankan Blus dengan Busana Lain
foto:arya wiraraja/enciety.co

Pascaproses memotong bahan, Lilik mengarahkan peserta untuk segera menjahit bahan. Ini dilakukan mengingat waktu yang pelatihan sangat terbatas.

“Ini sudah ada beberapa orang peserta yang merampungkan proses memotong. Untuk itu, kami segera mengarahkan mereka segera melanjutkan menjahit,” kata dia.

Bagi peserta yang masih belum menyelesaikan memotong, Lilik sangat berharap mereka dapat melanjutkan di rumah.

“Karena jika menyelesaikan proses membuat produk blus ini di waktu pelatihan, mereka bakal tertinggal,” tegas Lilik. (wh)