Melihat Potensi dari Trafik Video

Melihat Potensi dari Trafik Video

Hary Mega Gancar Prakosa, peneliti Enciety Business Consult

Selama 2013 lalu, video menempati porsi tertinggi dari penggunaan mobile data di seluruh dunia. Dalam publikasinya, Ericsson menyatakan penggunaan mobile data untuk video mencapai 40 persen. Angka ini sudah melampaui share sosial media yang hanya 10 persen.

Tahun 2019 nanti, perusahaan asal negeri Sakura ini memprediksi trafik data dari video akan melebihi 50 persen, sementara sosial media tetap berada di angka 10 persen.

Di Indonesia sendiri, seperti data Anciety Business Consult, penggunaan smartphone untuk berselancar di dunia maya memang sudah mengalahkan PC dan Notebook. Harga yang semakin “tak masuk akal” jelas mendongkrak angka pembelian smartphone. Ujung-ujungnya, penyedia data juga yang diuntungkan. Dan senada dengan yang diungkapkan Ericsson, video bisa jadi merupakan penyumbang trafik data paling tinggi di Indonesia.

 

Melihat Potensi dari Trafik Video

Dari sisi banyaknya yang mengakses, aktivitas sosial media memang masih menjadi nomer satu. Akan tetapi netter yang mengakses video sudah menyentuh angka 61persen dari total netter di Indonesia. Angka ini diprediksi akan terus tumbuh menilik tren paket data yang juga semakin murah plus makin variatifnya konten video.

Tak hanya hiburan, kini konten-konten pendidikan, kesehatan, news, dan lain-lain semakin mudah diakses melalui Youtube. Belum lagi fenomena menjamurnya lifestyle selfie yang juga merambah ke media video. Sebut saja Sinta Jojo, Norman Kamaru, sampai Justin Bieber. Mereka seolah mengatakan bahwa video iseng seperti itu ternyata juga bisa “berhadiah” alias menghasilkan uang.

Mendatang, bisa saja tren video selfie ini akan bertansformasi menjadi lifestyle seperti foto selfie. (wh)