Mei 2017, PJB Berlakukan Sistem Pemeliharaan Digital

Mei 2017, PJB Berlakukan Sistem Pemeliharaan Digital

Muhammad Bardan, Sekretaris Perusahaan PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB)

Pada Mei 2017, PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) memulai memberlakukan sistem pemeliharaan digital bagi alat-alat produksi energi listrik miliknya.

Hal tersebut disampaikan Muhammad Bardan, Sekretaris Perusahaan PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB), dalam acara jumpa pers yang digelar di Soto Kudus Resto, Jalan Gayungsari, Surabaya, Jumat (28/4/2017).

Kata Bardan, saat ini pihaknya telah memiliki remote engineering optimization diagnostic operation center yang fungsinya sebagai alat untuk mendiagnosa kerusakan pada mesin yang digunakan untuk menghasilkan energi listrik.

“Khususnya untuk turbin pembangkit listrik yang kita miliki. Jadi, setiap lekuk tubuh mesin turbin pembangkit listrik yang kita miliki telah dipasang sensor-sensor yang berguna untuk mendeteksi terjadinya kerusakan. Sensor tersebut sangatlah peka, jika ada kerusakan sekecil apapun, sensor tersebut bakal mengirim sinyal bahaya kepada ruang server. Dengan kata lain kami dapat melakukan pencegahan sebelum terjadi kerusakan fatal nantinya,” kupas Bardan.

Lantas, untuk dapat melakukan pemeliharan jangka panjang, ia mengaku jika PT PJB memiliki semacam server engineering center base. “Server tersebut berguna sebagai perekam data base kerusakan yang pernah terjadi di dalam mesin. Dengan demikian, kami bisa antisipasi jika ada kerusakan di kemudian hari,” tegas dia.

Bardan juga menjelaskan, saat ini ada 28 pembangkit listrik yang operasionalnya di bawah tanggung jawab PT PJB. Lantas, ketika ditanya target realisasi pemeliharaan dengan cara digitalisasi tersebut, Bardan menjelaskan, bahwa pihaknya mentuntaskan program tersebut pada Oktober 2017.

“Untuk saat ini kami sudah memasangnya di dua titik turbin pembangkit listrik, lantas ke depan kami bakal pasang di semua mesin turbin yang menjadi tanggung jawab PT PJB,” kupas Bardan. (wh)