Meditasi Tak Bisa Hindarkan Stres dan Cemas

Meditasi Tak Bisa Hindarkan Stres dan Cemas

Menurut penelitian, mindful meditation (meditasi kesadaran) bermanfaat hindarkan stres, melawan kecemasan, depresi, serta rasa sakit. Tapi itu dulu. Sebab, berdasarkan data dari 47 studi sebelumnya, peneliti menemukan bukti yang mendukung penggunaan meditasi kesadaran. Meditasi tampaknya tidak mempengaruhi suasana hati, pola tidur, atau pemakaian obat.

“Banyak orang berpendapat, meditasi berarti hanya duduk diam dan tidak melakukan apa pun,” tulis Dr Madhav Goyal dalam sebuah email kepada Reuters Health (6/1/2014). Ia melanjutkan, hal itu tidak benar. Meditasi kesadaran ini adalah pelatihan aktif pikiran untuk meningkatkan kesadaran. Program meditasi yang berbeda pendekatan akan menggunakan cara yang berbeda pula.

Goyal memimpin penelitian itu di The Johns Hopkins University di Baltimore . Dia dan rekan-rekannya menulis dalam JAMA Internal Medicine, bahwa teknik meditasi menekankan pada perhatian dan konsentrasi .

Para peneliti menemukan 47 studi dengan lebih dari 3.500 peserta yang memenuhi kriteria mereka. Setelah data digabungkan, Goyal dan timnya mengatakan, terdapat peningkatan gejala kecemasan sebesar 5 sampai 10 persen di antara orang-orang yang ambil bagian dalam meditasi kesadaran, dibandingkan dengan mereka yang melakoni aktivitas lain.

Ada pula peningkatan gejala depresi sebesar 10 sampai 20 persen di antara mereka yang berlatih meditasi kesadaran, dibandingkan dengan kelompok lainnya.

Meditasi kesadaran juga dikaitkan dengan mengurangi rasa sakit. Tapi Goyal mengatakan sulit untuk mengetahui jenis nyeri dapat paling terpengaruh oleh meditasi. Manfaat meditasi tidak melampaui apa yang biasanya terkait dengan perawatan lain, seperti obat-obatan dan latihan.

“Seperti banyak terapi lainnya, kami mencoba untuk mendapatkan tingkat keyakinan. Bahwa ternyata terapi bekerja pada saat sebelum kita meresepkannya,” kata Goyal . Artinya, jika kita memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi, hasilnya bisa jauh lebih baik.

Namun ia memberi catatan, bahwa para peneliti tidak menemukan manfaat lebih meditasi untuk mengatasi kegelisahan, depresi, dan rasa sakit. Tidak ada bukti jelas bahwa meditasi dapat mempengaruhi suasana hati positif , perhatian, penggunaan obat, kebiasaan makan, tidur, atau berat badan.

“Dokter harus siap untuk berbicara dengan pasien mereka tentang peran meditasi. Kesimpulannya, program meditasi memiliki kemungkinan dalam mengatasi stres psikologis, terutama bila gejalanya ringan,” kata Goyal.

Sementara itu Dr Allan Goroll, yang menulis editorial studi baru itu, memaparkan lebih lanjut. Ia adalah profesor di Harvard Medical School dan Massachusetts General Hospital di Boston.

Menurutnya, analisis tersebut adalah contoh dari suatu bidang studi ilmiah yang sangat dibutuhkan. Karena banyak orang membuat keputusan pengobatan berdasarkan keyakinan, bukan data.

“Apalagi bila ada embel-embel pengobatan alternatif dan gratis. Mulai dari vitamin untuk menjalani prosedur tertentu, misalnya. Bukti ilmiahnya sangat tipis, namun keyakinan orangnya yang sangat besar,” ucapnya.

Goyal mengatakan, orang harus ingat bahwa meditasi tidak ditujukan untuk mengobati masalah kesehatan tertentu. “Sebaliknya, itu adalah cara melakukan sebuah perjalanan untuk meningkatkan kesadaran kita dan mendapatkan wawasan ke dalam kehidupan kita,” tulisnya.

Alasan terbaik untuk bermeditasi adalah untuk mendapatkan informasi tentang suatu permasalahan. Kondisi kesehatan yang membaik hanyalah manfaat sampingan.

Yang disebut dengan mindful meditation atau meditasi kesadaran ialah membiarkan pikiran memperhatikan hal apa pun yang masuk. Seperti suara lingkungan sekitar, tanpa menjadi terlalu fokus. Meditasi mantra, di sisi lain , melibatkan pemfokusan konsentrasi pada sebuah kata atau suara tertentu.

Menurut National Institutes of Health, sekitar 9 persen orang di Amerika Serikat dilaporkan bermeditasi pada tahun 2007. Sedangkan sekitar 1 persen mengatakan, mereka menggunakan meditasi sebagai semacam pengobatan.(wh)