MBI Bangun Pabrik Minuman Non Alkohol Rp 210 M

MBI Bangun Pabrik Minuman Non Alkohol Rp 210 M

PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MBI) berinvestasi Rp 210 miliar untuk pembangunan pabrik minuman non alkohol di Sampangagung, Kabupaten Mojokerto. Pabrik minuman yang merupakan pengembangan produksi tahap ketiga ini, mampu mencapai 500 ribu hectoliter.

Presiden Komisaris PT MBI Cosmas Batubara menuturkan, saat ini permintaan mengalami peningkatan baik di pasar domestik maupun internasional.

“Salah satunya berada di wilayah pariwisata. Hal ini mendorong kami untuk terus meningkatkan produksinya,” katanya disela-sela groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan tahap ketiga, Jumat (17/1/2014)

Cosmas menyebutkan,  investasi MBI untuk jenis bir mencapai Rp 837,06 miliar. Dengan pembangunan pabrik minuman ringan berkarbonasi ini, maka MBI akan menambah investasinya dilokasi serupa sebesar Rp 210,72 miliar.

“Pengembangan ini merupakan tindak lanjut dari potensi pasar yang ada di kawasan pariwisata. Ke depan seluruh produksi di Tangerang akan kami alihkan kesini (Mojokerto),” tegasnya.

Disebutkan, kapasitas produksi pabrik minuman beralkhol di Mojokerto mampu mencapai 1 juta hektoliter per tahun. “Tahun lalu kapasitas produksi kita mampu mencapai 1,1 juta hektoliter dan tahun ini ditargetkan bisa mencpai 1,8 juta hektoliter,” kata Project Engineer Richard Chandra.

Dia menambahkan secara teknologi kapasitas produksi per jam mampu mencapai 50.000 botol.

Sementara pasar domestik tertinggi adalah Bali untuk produk minuman beralkohol. Bali merupakan daerah pariwisata yang memiliki kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi di Indonesia. Tetapi tidak disebutkan data market minuman beralkohol di Bali.

Pun nilai ekspor minuman ringan juga cukup besar. Pada 2012, mencapai 44.306 ton dengan nilai USD 36,105 juta. Pada 2013, naik menjadi 44.835 ton (data sementara) atau sekitar USD 44,401 juta. Untuk impor mencapai 29.664 ton atau sekitar USD 20,032 juta dan di  2013 (data sementara) mencapai 37.248 ton atau sekitar USD 24,895 juta. (wh)