Mazda Tak Goyah Penerapan Pajak Barang Mewah

Mazda Tak Goyah Penerapan Pajak Barang Mewah

Penerapan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) diakui tidak membawa dampak terhadap pasar otomotif, khususnya mobil. Seperti Mazda CX9 yang diperkirakan tidak goyang meskipun penerapan PPnBM diterapkan terhadap kendaraan kelas premium.

Director Mazda Eurokars Indonesia Ingrid Fransiska mengakui dampak yang ditimbulkan sekitar dua bulan. Sebab pasar kelas premium yang dimiliki saat ini sudah tertata dan tidak terpengaruh dengan penerapan pajak barang mewah.

“Kalaupun berdampak paling hanya sebulan atau dua bulan. Kemudian akan kembali normal seperti sedia kala,” katanya selepas acara peresmian delaership Mazda di Jalan Adityawarman, Jumat (11/4/2014). Saat ini, untuk pasar mobil Mazda CX9 sudah tertata sejak diluncurkan pertengahan tahun lalu.

Tahun lalu, penjualan rata-rata per bulan antara 5-8 unit untuk wilayah Jakarta saja. Sedang data penjualan kendaraan yang sama di Surabaya belum terdata lantaran delaer baru berdiri dan minat juga belum terlalu tinggi.

Ingrid mengakui dengan penerapan pajak barang mewah ini dengan sendirinya menaikkan harga penjualan. “Kemungkinan kenaikannya antara 25-30 persen, dan itu sudah termasuk kenaikan annual yang kita terapkan setiap tahunnya,” jelasnya.

Mengenai pelaksanaan perubahan harga tersebut akan dilakukan secepatnya. Masalahnya sejak bulan Maret hingga April ini pihak Mazda belum menerapkan tarif baru seiring berlakunya PPnBM.

Disebutkan tidak berdampak lantaran pihak Eurokars telah menerima data pemesanan kendaraan yang sama. Tetapi Ingrid tidak menyebutkan jumlah konsumen yang sudah inden hingga kuartal kedua tahun ini.

“Yang pasti pasar kami sudah terbentuk dan tidak terpengaruh dengan adanya perubahan harga akibat PPnBM. Saat ini saja sudah ada pemesanan hingga akhir semester pertama nanti. Tentang jumlahnya, akan saya lihat datanya di Jakarta,” ungkapnya.

Presiden Direktur PT Mazda Indonesia Keizo Okue mengungkapkan tahun ini penjualan seluruh varian Mazda dipatok sekitar 12 ribu unit. “Tahun lalu kita baru menjual 11.052 unit atau sekitar satu persen dari market Mazda secara nasional,” terangnya. (wh)