Mayoritas Pecandu Narkoba Anak Di Bawah Umur

Mayoritas Pecandu Narkoba Anak Di Bawah Umur

Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti menjadi narasumber acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (22/9/2017).foto:arya wiraraja/enciety.co

Sepanjang tahun 2017, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya mencatat ada 64 pelajar SD, 22 pelajar SMP, 65 pelajar SMA, dan 6 mahasiswa perguruan tinggi positif pecandu narkoba. Jika ditotal secara detail, anak pecandu narkoba yang berusia di bawah 15 tahun jumlahnya mencapai 47 orang.

Lalu, anak-anak pecandu narkoba di usia 16-19 tahun jumlahnya mencapai 24 orang. Sedangkan remaja usia 20-24 tahun yang menjadi pecandu narkoba mencapai 34 orang. Untuk pemuda usia 25-30 tahun yang mengkonsumsi narkoba jumlahnya 32 orang, dan pemuda di atas usia 30 tahun yang terjangkit narkoba jumlahnya mencapai 23 orang.

“Angka-angka tersebut menunjukkan jika banyak dari anak-anak kita saat ini mengalami perilaku menyimpang. Dalam arti, dalam umur-umur tersebut, seharusnya anak-anak dan anak usia remaja tertarik dengan hal-hal baru yang dapat membuat dirinya lebih berkembang. Tapi kenyataan yang terjadi saat ini sangat berbanding terbalik,” ujar Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (22/9/2017).

Suparti mengungkapkan, ada dua hal yang diduga memicu terjadinya perilaku menyimpang yang dialami anak-anak saat ini sehingga mereka terjerumus menjadi pecandu narkoba. Di antaranya pengaruh lingkungan sosial yang buruk dan pengaruh pola pendidikan.

“Bahaya pengaruh narkoba ini seperti gunung es. Dalam arti kita hanya dapat melihat sebagian kecilnya saja. Sedangkan akar permasalahannya jauh lebih besar dari yang nampak. Jika di urai secara detail, angka-angka yang disebutkan tadi hanya sekitar 5 persen dari korban bahaya narkoba yang ada. Sedangkan, 95 persen akar masalah sampai saat ini belum tampak ke permukaan,” ulas dia. (wh)