Mayoritas Kelas Menengah Pakai Produk Lokal

Mayoritas Kelas Menengah Pakai Produk Lokal

Komitmen  kalangan menengah terhadap produk dalam  negeri patut diacungi jempol.  Seperti yang dikatakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu, sedikitnya 50 persen kalangan ini  memakai produk dalam negeri. Keyakinan tersebut didasari atas hasil survei yang dilakukan oleh Nielsen.

“Akurat dalam rangka konsumen middle up, kalau middle down tidak konsumsi branded product,” kata dia di Jakarta, Senin (6/10/2014).

Menurut Mari, Kemenparekraf juga pernah melakukan survei yang sama pada 2008 lalu. Dari survei tersebut, rata-rata kaum menengah atas mengkonsumsi produk impor.  Lalu, kementerian kembali melakukan survei 6 tahun kemudian kepada para pihak yang disurvei sebelumnya. Mereka menjawab bahwa ternyata produk lokal adalah produk yang bagus.

“Kami 2008 juga survei, jawabannya impor. Kami bicara 6 tahun kemudian produk dalam negeri ada yang bagus. Ada makanan, fashion tergantung sektornya. Musik ya 70-80 persen dalam negeri karena selera. Kalo film banyak impor,” tuturnya.

Ekonomi kreatif telah menyumbang 7 persen terhadap PDB nasional selama tahun 2012 dan tahun 2013. Angka ini, kata dia di bawah target masing-masing 7,3 persen dan 7,4 persen. Pada tahun ini diharapkan menjadi 7,5 persen. Selain itu, ekonomi kreatif menyerap 11,8 juta tenaga kerja atau sebesar 10,72 persen dari total tenaga kerja pada tahun 2013. “Ekonomi kreatif juga menciptakan 5,4 juta usaha atau sekitar 9,68 persen dari total jumlah usaha nasional,” pungkasnya. (lp6/ram)