Matematika Bela Negara di Royal Plaza

Matematika Bela Negara di Royal Plaza
Para peserta serius memainkan matematika bela negara yang digelar di Royal Plaza.

Ratusan peserta dari murid SMP, SMA dan mahasiswa se Surabaya mengikuti permainan matematika bela negara. Bertempat di Royal Plaza lantai UG, para peserta nampak serius mengikuti permainan yang berisikan materi terkait dengan nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI.

Dewan penasehat pusat Gerakan Bela Negara, Jend TNI Purn, Agus Adi Sasongko Purnomo mengatakan permainan matematika bela negara dimaksudkan agar generasi muda tidak mudah melupakan pengetahuan tentang sejarah bangsa Indonesia.

“Generasi muda diharapkan tidak lagi minim pengetahuan sejarahnya, terlebih sejarah berkaitan denganbela negara,” kata Agus Adi Sasangko Purnomo, Selasa (10/11/2015).

Diakuinya, tahapan materi Bela Negara belum pada tahap dijadikan kurikulum, tapi akan mulai disosialisasikan ke masyarakat. ”Sehingga lebih mudah diterima semua tingkatan siswa. Dan sebaiknya juga disebarkan melalui media yang mudah diakses anak muda seperti gadget, tak hanya dalam bentuk permainan fisik,” ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Ridwan Hasan Saputra mengakui bila dirinya akan terus mengembangkan metode permainan bela negara tersebut.

“Kami akan terus kembangkan permainan ini agar dapat dipakai di seluruh pembelajaran Indonesia. Tapi rencana dari kementrian pendidikan akan diprogramkan untuk tingkat nasional SMP dan diuji cobakan di Jatim dulu,” kata Ridwan Hasan Saputra. (wh)