Matangkan AMC, Jalan Surabaya akan Berbayar

 

Matangkan AMC, Jalan Surabaya akan Berbayar

Pemkot Surabaya bertekat bulat segera merealisasikan program Angkutan Massal Cepat (AMC). Tidak hanya mempersiapkan infrastruktur trem dan monorail, Pemkot Surabaya bahkan mencanangkan pemberlakuan program jalan berbayar bagi kendaraan pribadi di sejumlah titik padat Surabaya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Agus Imam Sonhaji mengungkapkan rencana pemberlakuan jalan berbayar ini akan dikonsentrasikan di sepanjang akses utama yang dilalui trem. Langkah itu diterapkan agar warga berpikir panjang bila ingin menggunakan kendaraan pribadi. Dengan demikian, mereka memilih menggunakan AMC berbasis trem.

“Kebijakan penggunaan jalan berbayar itu akan diimbangi dengan pembuatan sistem AMC yang nyaman dan terjangkau untuk warga. Untuk itu, mobilitas warga bisa semakin mudah karena trem akan diintegrasikan dengan angkutan pendukung. Ada insentif untuk yang menggunakan trem. Tapi, dis-insentif untuk yang kendaraan pribadi,” terangnya kepada wartawan, Minggu (19/10/2014).

Meski begitu, dijelaskan oleh Agus masyarakat memang masih mungkin mengendarai kendaraan pribadi di dalam kota. Tapi, mereka harus tahu konsekuensinya dengan membayar lebih. ”Kalau mereka mampu bayar, ya silakan. Naik trem akan dibikin terjangkau bagi warga,” katanya.

Selain penerapan jalan berbayar, langkah lain yang ditujukan untuk membatasi kendaraan pribadi di dalam kota adalah parkir mahal. Pemkot juga tak akan membiarkan mobil atau motor diparkir seenaknya di sepanjang jalan utama.

Pemkot juga bakal menyediakan fasilitas park and ride yang tak jauh dari halte yang dilewati AMC berbasis trem. Setidaknya sudah ada tujuh lokasi yang bakal dibangun tempat parkir yang terintegrasi dengan jalur AMC.

“Sementara ini, rencananya ada di Joyoboyo, Adityawarman, Mayjen Sungkono, Keputran, Blauran, Kertajaya, dan Arif Rahman Hakim,” urainya.

Agus menuturkan, pemkot juga masih mencari lokasi lain yang berpotensi untuk dijadikan sebagai lokasi park and ride. Lahan yang dicari memang harus cukup luas untuk menampung mobil dan motor. ”Yang kami cari tentu di dalam kota,” imbuhnya.

Saat ini pemkot sedang serius untuk merealisasikan proyek AMC berbasis trem. Proyek yang akan dibiayai sepenuhnya oleh PT KAI tersebut direncanakan akan sepanjang 17,14 kilo meter. Sementara itu, pemkot akan menyediakan lahan. Pada tahap awal, pemkot dan PT KAI telah menyurvei lokasi trem lawas dahulu.

Tidak hanya itu, beberapa waktu yang lalu, Wali Kota Surabaya juga menyampaikan proyek besarnya ini saat diundang oleh Bank Dunia di Washington DC, Amerika Serkat. Risma juga menawarkan beberapa kerjasama yang nantinya bisa memperbaiki kondisi AMC di Surabaya.(wh)