Matahari Berlubang Seukuran 50 Kali  Bumi

matahari

Matahari memperlihatkan lubang coronal yang sebanding dengan lebar 50x planet bumi. Kendati begitu Anda tak perlu khawatir karena lubang coronal tersebut ternyata tak berbahaya bagi kehidupan manusia di bumi.

Lubang coronal adalah wilayah coronal dimana materi coronal lepas dari medan magnet matahari mencapai luar angkasa dan tidak melompat kembali ke permukaan matahari. Peristiwa terjadinya lubang coronal ini pertama kali diobservasi melalui foto yang diambil oleh astronot di atas stasiun ruang angkasa Skylab milik NASA pada 1973 dan 1974.

Lubang coronal ini bisa dilihat melalui spektrum tertentu dan tidak bisa terlihat oleh mata telanjang. Fenomena lubang coronal ini selalu berubah bentuk dalam setiap penampakannya.

Fenomena terbaru dari lubang coronal ini terlihat dalam foto yang dirilis NASA pada 15 Oktober. Wilayah lubang coronal ini mengirimkan materi coronal yang disebut gelombang cepat sinar matahari.

“Lubang coronal adalah daerah terbuka yang menjadi salah satu sumber angin kencang matahari. Lubang ini terlihat gelap saat disaksikan dalam berbagai panjang gelombang sinar ultra violet yang ekstrem seperti yang terlihat dalam foto. Pada saat terjadi, angin matahari bisa menimbulkan aurora di Bumi,” demikian pernyatan dari NASA.

Kendati penampakan lubang coronal ini seperti menakutkan, fenomena ini tidak membahayakan. Lubang coronal adalah kejadian biasa pada matahari. Fenomena ini terjadi di wilayah yang berbeda-beda, khususnya di daerah dekat kutub matahari serta seringkali terjadi pada waktu berbeda dalam siklus aktivitas matahari.

Lubang coronal lebih sering terjadi saat matahari berada dalam posisi tidak aktif pada siklus 11 tahunannya. (bst)