Mata Najwa Mengintip Isi Mobil Risma

 

Mata Najwa Mengintip Isi Mobil Risma

Kepeloporan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini sebagai wali kota yang rajin blusukan membuat presenter reality show, Najwa Sihab, tertarik untuk mengintip isi mobil Risma. Kepada Najwa, wali kota perempuan pertama di Surabaya itu blak-blakan mengungkapkan soal isi mobilnya kepada penonton reality show Mata Najwa yang disiarkan, Rabu (15/10/2014) malam.

“Saya suka berkeliling pagi tanpa tujuan. Menemukan saluran buntu,  jalan rusak, orang-orang terlantar atau sakit. Kadang juga naik motor. Saya punya SIM,” kata Risma.

Kepada Mata Najwa edisi “Mereka Pilihan Rakyat” itu Risma berbagi banyak hal soal isi mobilnya. Risma membeberkan ada sejumlah benda senjata tajam seperi celurit, tang, sekop, handy talky, sepatu boots warna pink, gunting rumput, linggis, helm, buku, dan lain sebagainya.

“Celurit itu saya pakai kalau ada pohon tumbang. Petugas belum datang saya bisa lakukan sendiri. Pernah kena razia jam 02.00 WIB malam (mobil pribadi yang biasa digunakan bekerja), polisi lihat isinya, langsung bilang oh ini mobil Bu Risma,” aku Risma.

Di dalam mobil tersebut, ada juga bola, buku, beras, minyak, gula, seperti pasar. Menurut Risma kalau kebetulan ketemu orang-orang yang sedang kesusahan bisa langsung dibagikan.

Kepada Najwa, Risma juga banyak bercerita tentang dirinya yang sering terjun di lapangan memadamkan kebakaran. “Kadang-kadang saya ikut jadi pemadam kebarakan, atur strategi, tarik selang,” bebernya.

Risma juga mengaku kepada Najwa Sihab bahwa bukan dirinya saja yang turun memadamkan api. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya, Chandra Oratmangun juga turut andil untuk memadamkan Surabaya dari kobaran api. “Kepala Pemadam Kebakaran di Surabaya perempuan. Sengaja yang susah-susah kasih perempuan,” bebernya tertawa.

Selain itu, RIsma juga bicara banyak hal mulai dari surat menyurat e-surat, hingga saat-saat ia masuk di sebuah diskotek Surabaya. Semuanya dibuka Risma di Mata Najwa.

Sebelumnya, dalam edisi pemimpin hasil dari pemilihan langsung itu Najwa mengaku bahwa Pilkada langsung membuka Pemimpin baru bermunculan. Seperti cendawan di musim hujan. Tidak sedikit yang lekas jadi usang,  tapi banyak yang justru semakin matang. Interaksi langsung dengan rakyat, mendidik mereka untuk dekat tanpa sekat. Rakyat jadi pengalaman konkrit sehari-hari, bukan sekadar wacana yang sarat basa basi. Jika bukan rakyat lagi yang menentukan, siapa yang akan didekati pemimpin dalam keseharian? (wh)