Masyarakat Indonesia Terbiasa Nonton TV untuk Usir Stres

Masyarakat Indonesia Terbiasa Nonton TV untuk Usir Stres

Berbagai kegiatan yang pasif, kurang bergerak, dan tidak produktif, merupakan faktor terbesar penyebab timbulnya penyakit degeneratif dan penyakit berbahaya lainnya.

“Penyakit stroke, diabetes, serangan jantung, dan bahkan obesitas, merupakan contoh penyakit yang dipicu oleh gaya hidup tidak sehat, pasif, dan tidak produktif,” kata Samantha Clayton, Director World Wide Fitness Education Herbalife Ltd., di Jakarta, Jumat (17/1/2014).

Dia menuturkan dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan jumlah masyarakat kelas menengah yang signifikan, Indonesia menjadi negara emerging market yang sangat prospektif.

“Namun sayangnya, pertumbuhan tersebut diikuti dengan fenomena yang lazim dialami di berbagai negara di dunia, yaitu perubahan gaya hidup masyarakatnya yang cenderung tidak sehat,” kata Samantha saat menyampaikan kegiatan Herbalife Spectacular 2014, yang akan diikuti sekitar 11.000 orang di SCCC Sentul, Minggu besok (19/1/2014).

Saat ini, lanjutnya, sebanyak 66 persen penduduk Indonesia berada di usia produktif. Namun, kalangan produktif itulah yang rentan terserang penyakit, akibat pola hidup yang tidak sehat.

Hal itu akibat dari minimnya olah raga, asupan nutrisi yang tidak seimbang, dan berbagai hal lainnya.

Sebuah survei menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia rata-rata hanya menghabiskan waktu sebanyak 2,2 jam per minggu untuk berolah raga.

Angka ini masih tertinggal jauh dari berbagai negara lain di kawasan Asia Pasifik, yang rata-rata warganya menghabiskan waktu 3 jam per pekan untuk olahraga.

“Seharusnya sesibuk apapun dalam kegiatan sehari-hari, seseorang hendaknya tetap menyempatkan diri paling tidak 10 menit untuk berolah raga, atau melakukan berbagai gerakan sederhana yang bermanfaat bagi kesehatan dan usir stres,” ungkap Samantha yang juga mantan atlet ini.

Survei tersebut juga menyebutkan bahwa kegiatan paling sering dilakukan masyarakat Indonesia untuk usir stres adalah dengan nonton TV sebanyak 57 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan berolah raga (26 persen).

Sedangkan sejumlah negara di Asia Pasifik, sebanyak 36 persen responden memilih berolah raga untuk usir stres.

“Kegiatan yang pasif dan tidak produlktif itulah penyebab munculnya penyakit degeneratif dan penyakit bahaya lainnya. Untuk itu kami terus mengampanyekan gaya hidup sehat dengan nutrisi seimbang,” ungkapnya. (bis/bh)