Masyarakat Dunia Kini Lebih Memilih Ikan

Masyarakat Dunia Kini Lebih Memilih IkanMasyarakat dunia kini lebih memilih ikan dibanding daging sapi, sehingga berbagai pihak terkait diharapkan turut mensukseskan program industrialisasi kelautan dan perikanan di Indonesia.

“Tren target dari perikanan budidaya setiap tahun semakin meningkat, dan sejauh ini targetnya selalu terlampaui bahkan hasilnya lebih tinggi,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto, dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (18/12/2013)..

Kata dia, masyarakat dunia sekarang lebih memilih ikan dibandingkan daging yang penuh dengan risiko maupun penyakit. “Ikan saat ini ikan menjadi pilihan makanan dunia,” ujarnya.

Slamet mengungkapkan hal tersebut karena berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), produksi perikanan budidaya dunia telah mencapai 66 juta ton, melebihi produksi daging sapi yang hanya 63 juta ton.

Selain itu, Dirjen Budidaya Perikanan KKP juga mengingatkan bahwa produksi perikanan budidaya di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat.

Ia memaparkan, produksi perikanan budidaya di Indonesia pada 2012 sebanyak 9,6 ton dan targetnya 13 juta ton pada 2013 dan 16,9 juta ton pada 2014.

Slamet juga mengemukakan, perikanan nasional khususnya perikanan budidaya menjadi andalan ketahanan pangan nasional maupun dunia, memang benar adanya. Pasalnya adanya perubahan musim, cuaca yang tidak mendukung, sehingga menjadikan nelayan tidak dapat melaut sehingga menurunkan produktivitas perikanan tangkap.

“Tapi tidak demikian dengan perikanan budidaya, karena bisa dikelola produktivitasnya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Bahkan bukan hanya menjadi andalan ketahanan pangan saja tapi bisa diekspor untuk cadangan devisa negara,” ungkap Slamet.

Ia juga mengatakan, kebijakan industrialisasi perikanan budidaya berbasis ekonomi biru yang digulirkan oleh KKP dan diikuti dengan program kebijakan lain seperti pola maupun skema budidaya yang lebih sistematis, diharapkan akan terus meningkatkan ketertarikan sektor perbankan maupun investor untuk membantu permodalan pembudidaya.

Belum lagi, ujar dia, pengembangan teknologi yang terus menerus menjadikan produktivitas perikanan nasional semakin berkelas dan berkualitas tinggi agar siap menghadapi tantangan pasar bebas ASEAN 2015.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan, industrialisasi kelautan dan perikanan di Indonesia mesti menghasilkan produk berorientasi pasar guna memajukan kesejahteraan masyarakat yang terkait sektor tersebut.

“KKP sejak 2012 telah mencanangkan kebijakan industrialisasi kelautan dan perikanan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi, produktivitas, dan nilai tambah produk yang berdaya saing tinggi berorientasi pasar,” kata Sharif Cicip Sutardjo di Jakarta, Senin (16/12).

Menurut dia, program tersebut juga mempercepat pembangunan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan melalui modernisasi sistem produksi dan manajemen guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan.(ant/wh)