Masyarakat Belum Peka terhadap Pola Hidup Sehat

Masyarakat Belum Peka terhadap Pola Hidup Sehat

Ponco Nugroho dan Kresnayana Yahya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Kesadaran kesehatan masyarakat saat ini masih belum baik. Hal tersebut dapat dilihat dari masih banyaknya angka pengidap penyakit infeksi saluran pernapasan (ISPA) dan penyakit lain.

“Masyarakat belum sepenuhnya peka terhadap pola hidup sehat, kebersihan lingkungan, pola makan dan lain sebagainya,” kata Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (21/2/2020). Hadir dalam acara itu Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kota Surabaya dr Ponco Nugroho.

Kresnayana lalu mengatakan, ketika musim hujan seperti sekarang, banyak penyakit mulai tumbul karena perubahan suhu lingkungan. Ditambah adanya fenomena penyebaran virus corona yang belakangan membuat hebih masyarakat.

“Ini menjadi momentum untuk kita agar dapat menjaga pola konsumsi dan pola hidup lebih bijak lagi. Kebanyakan masyarakat kita itu kalau sakit baru ke dokter. Padahal dengan kita rajin konsultasi dan periksa ke dokter, kita bisa menjaga diri, mencegah dari penyakit,” papar dia

Kresnayana mengatakan, jika diukur berdasarkan nilai gross domestic product (GDP), rata-rata biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk pengobatan nilainya sekitar 12-15 persen per tahun. Padahal, sewajarnya masyarakat membutuhkan 4-5 persen per tahun untuk biaya kesehatan.

“Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab tingginya tunggakan BPJS Kesehatan,” ungkap pria yang mendapat julukaan Bapak Statistika Indonesia itu.

Menurut Kresnayana, ada tiga faktor penyebab masih tingginya biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk kesehatan. Pertama, masyarakat membayar BPJS, namun tidak diimbangi pola hidup sehat. Sehingga biaya kesehatan yang dikeluarkan menjadi tinggi.

Kedua, lingkungan dan masyarakat yang kurang sadar dengan pentingnya pola hidup sehat dan hidup bersih. “Seringkali, jika kita sendiri telah sadar akan pentingnya hidup sehat, namun orang-orang yang ada di lingkungan kita ini tidak mau mengerti dan sadar. jelas hal ini mempengaruhi kehidupan kita nantinya,” ujarnya.

Ketiga, sebagai masyarakat hendaknya dapat menjalankan konsep hidup sehat dengan mengajak masyarakat yang ada di lingkungan tempat tinggal. “Pola hidup sehat itu tidak cukup dengan pola makan. Berolahraga salah satunya. Ketenangan batin juga diperlukan supaya kita dapat sehat jasmani maupun rohani,” pungkas Kresnayana. (wh)