Masuki Bisnis Petrokimia di Indonesia, Taiwan Investasi Rp 34,75 Triliun

Masuki Bisnis Petrokimia di Indonesia, Taiwan Investasi Rp 34,75 Triliun
ilustrasi: tmpo.co

Investor asal Taiwan berminat untuk menginvestasikan dananya senilai USD 2,5 miliar (setara dengan Rp 34,75 triliun) guna mengembangkan industri petrokimia dengan produk ammonia dan mega-methanol di Indonesia. Investor tersebut saat ini masih mencari lokasi yang tepat dengan mempertimbangkan ketersediaan gas bumi sebagai bahan baku.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan, minat investasi dari investor Taiwan di bidang petrokimia cukup besar. “Nilai investasi yang disampaikan cukup besar. Oleh karena itu, BKPM akan terus mengawal sampai tuntas realisasinya, termasuk masalah lokasi proyek dengan ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan” ujar dia dalam keterangan resminya, yang ditulis Jum’at (11/3/2016).

Franky menambahkan, telah direncanakan pembangunan dua pabrik masing-masing seluas 100 hektare (ha) yang akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama digunakan untuk memproduksi amonia sebesar 600 KMTA (kilo metric ton per annum) dan tahap kedua untuk memproduksi mega-methanol 1.800 KMTA.

“Petrokimia ini termasuk salah satu industri yang strategis. Dari bahan ammonia dan mega-methanol saja dapat menghasilkan banyak produk turunan, seperti consumer textile, industrial textile, engineering plastic, resin, karet, dan acrylic fiber,” papar dia.
Lebih lanjut Franky menyampaikan, industri petrokimia juga tergolong industri strategis yang dapat meningkatkan pasokan kimia dasar yang dibutuhkan industri di Indonesia. “Industri ini tergolong industri subsitusi impor yang memiliki nilai strategis dan menjadi prioritas BKPM sejak tahun lalu,” jelas dia.

Masuknya investasi dari Taiwan tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian realisasi investasi 2016 sebesar Rp 594,8 triliun, khususnya sumbangan dari penanaman modal asing yang dipatok sebesar Rp 386 triliun atau 65 persen  dari total realisasi investasi yang ditargetkan masuk. (bst)