Masuk Gelombang Kedua, Peserta dari Beragam Keilmuan

Masuk Gelombang Kedua, Peserta dari Beragam Keilmuan
Para peserta Start Surabaya berkumpul di Spazio. foto:suarasurabaya

Program Start Surabaya  memasuki gelombang kedua. Peserta program kreatif ini mayoritas diikuti oleh peserta dari berbagai macam keilmuan.

Menurut Yansen Kamto, CEO Kibar, para perserta Start Surabaya gelombang dua ada yang berlatar dari dari geodesi, planologi, farmasi, teknik perkapalan dan masih banyak lainnya.

“Ini asyik sekali, saya berharap dari berbagai macam keilmuan ini lahir ide-ide yang cemerlang,” tutur Yansen di Spazio Jalan Mayjend Yono Koeswoyo, Surabaya, Minggu (22/3/2015).

Program inkubasi dan akselerasiStart Surabaya diharap mampu menjadi wadah bagi generasi muda Surabaya untuk bertukar ide dan pemikiran di bidang industri kreatif dan teknologi.

Demikian disampaikan Yansen Kamto, CEO Kibar yang juga berperan sebagai salah satu pendukung program ini.

“Di Surabaya sendiri punya beragam masalah yang harus kita selesaikan bersama. Maka dari itu, kita khususnya anak-anak muda Surabaya harus ikut andil dengan membuat perubahan besar. Perubahan harus kita mulai dengan mempunyai visi dan misi. Setelah itu kita harus mempunyai solusi untuk menyelesaikan masalahnya,” terang dia.

Selain sebagai wadah untuk bertukar ide, Yansen mengatakan, Start Surabaya diharap mampu menjadi berarti bagi kekurangan-kekurangan yang ada di Kota Surabaya sendiri khususnya.

“Keluarkanlah imajinasimu, solusi apa yang kita butuhkan untuk kota ini. Surabaya panas kan, kita bikin banyak taman. Kenapa tidak terpikirkan untuk membuat danau buatan? Atau solusi-solusi lainnya,” ungkapnya.

Kata Yansen, dirinya berharap kepada peserta program Start Surabaya ini untuk menjadikan masalah-masalah yang ada bukan sebagai beban. Kata dia, masalah harus diatasi dan dianggap sebagai sebuah peluang. Bukan masalah sebagai masalah.

“Kita harus berpikir radikal untuk menyelesaikan masalah. Kita selesaikan masalah yang ada di Kota Surabaya dengan memberikan solusi melalui bidang teknologi,” pungkasnya (ss/wh)