Massa FPL Dibubarkan, Plakat Bebas Prostitusi Dolly Dipasang

Massa FPL Dibubarkan, Plakat Bebas Prostitusi Dolly Dipasang
Plakat bebas prostitusi akhirnya dipasang aparat gabungan di eks lokalisasi Dolly. ft :detik

Setelah berhasil meredakan perlawanan dari massa Front Pekerja Lokalisasi (FPL), akhirnya plakat kawasan bebas prostitusi dipasang di Jalan Putat Jaya Surabaya. Pemasangan yang dilakukan oleh Satpol PP pada Minggu (27/7/2014) siang itu berjalan lancar tanpa adanya penghadangan.

Tidak main-main, untuk memasang Plakat bertuliskan “Kampung Putat Jaya Kampung Bebas Dari Lokalisasi prostitusi” itu Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng empat lembaga sekaligus. Di antaranya jajaran dari Garnisum III Surabaya, Polrestabes Surabaya, Pemkot Surabaya, dan Korem Bhaskara Jaya.

Keempat lembaga tersebut besinergi untuk membentuk kekuatan penanggulangan ancaman perlawanan dari FPL. “Kami mendukung penuh program Pemkot Surabaya. Karena itu dari masing-masing lembaga telah menyiapkan personelnya untuk mengamankan eks lokalisasi Dolly dan Jarak,” tegas Kapolres Surabaya, Setija Junianta.

Hingga siang, tidak ada perlawanan saat petugas Satpol PP dibantu Dinas PU menancapkan plakat, di kawasan eks lokalisasi terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Kasatpol PP Surabaya Irvan Widyanto menambahkan bahwa secara hukum penutupan lokalisasi memiliki dasar kuat pada Pasal 296 dan 506 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP. ”Ditambah Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Ini kelanjutan dari sikap Pemkot untuk menutup lokalisasi,” tambahnya.

Menurut Irvan, lebih lanjut pihaknya bersama lembaga pendukung pemkot Surabaya akan melakukan tindakan persuasif hingga preventif untuk memastikan bahwa lokalisasi Dolly dan Jarak benar-benar tamat.

“Paska Lebaran nanti akan kami gencarkan pengamanan dan pengawasan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, massa dari FPL menolak keras adanya upaya Pemkot Surabaya melakukan penutupan Dolly dan Jarak. Mereka bahkan melakukan tindakan anarkis dengan mengusir petugas saat hendak memasang plakat di kawasan tersebut.

Tidak hanya itu, dengan dasar tidak mendapatkan kompensasi bagi warga terdampak membuat FPL pada Minggu (27/7/2014) kembali melakukan perlawanan dengan membakar plakat kawasan bebas prostitusi. Sayangnya, saat dikonfirmasi enciety.co pihak FPL enggan angkat bicara terkait perlawanannya. Hingga berita ini diturunkan Koordinator FPL, Sony belum menanggapi tersebut.

Justru dikabarkan, dua tokoh FPL diamankan oleh pasukan Brimob Surabaya lantaran melakukan provokasi dan perlawanan kepada petugas pemasangan plakat. (wh)