Masaku, Gaet Konsumen yang Kangen Masakan Rumahan

Masaku, Gaet Konsumen yang Kangen Masakan Rumahan

Andree Wijaya, Ellisabeth Bee, James Junian Lie, dan Cristian Effendy Putra ketika menghadiri Mentoring Meeting Top 3 Startup Sprint 2015. foto:arya wiraraja/enciety.co

Tiga tim terbaik (Top 3) terpilih dalam kompetensi Startup Sprint Surabaya. Masing-masing tim memiliki kelebihan masing-masing dalam memulai bisnis startup-nya. Di antaranya adalah Masaku, bisnis startup berbasis teknologi yang memiliki konsep untuk membantu para ibu-ibu rumah tangga dan pelaku UKM yang bergerak di bidang kuliner.

Andree Wijaya, CEO Masaku, mengatakan jika konsep bisnis yang dia bangun ini terinspirasi ketika ia kangen dengan masakan rumah yang sering dibuat oleh orang tuanya.

“Karena saking sibuknya dengan rutinitas sehari-hari, kebanyakan warga Surabaya jadi jarang pulang. Salah satu cara untuk mengobati kerinduan tersebut, lantas mereka ingin merasakan masakan rumahan. Untuk itu, kami membuat perusahaan startup yang diberi nama Masaku,” ungkapnya kepada enciety.co di Spazio Surabaya, Senin (4/1/2016) malam.

Banyak resep keluarga atau masakan yang dibuat oleh ibu dirumah dapat dijual dan dinikmati oleh pasar. Andree mengatakan, bahwa mahasiswa dan pekerja kantoran merupakan pasar bagus. Pasalnya kebanyakan mereka adalah para perantau yang kangen dengan masakan rumahan.

Berawal dari konsep tersebut, Andree dan ketiga kawannya,  Ellisabeth Bee (Marketing Development), James Junian Lie (Finance Development), Cristian Effendy Putra (Business Development System), mulai membuka usaha Startup Masaku pada Bulan Oktober 2015.

“Ketika awal, kami berhasil menggaet 15 pengusaha kuliner yang ada di Kota Surabaya. Kebanyakan mereka merupakan pelaku usaha kuliner dengan menu tradisional, seperti nasi campur, nasi krawu, bakso dan lain sebagainya,” papar dia.