Masa Pandemi, UMKM Surabaya Makin Digital

Masa Pandemi, UMKM Surabaya Makin Digital

Kresnayana Yahya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Di masa pandemi, para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) harus jeli memanfaatkan peluang sebaik-baiknya. Salah satunya dengan memanfaatkan dunia digital.

“Karena ada keterbatasan hubungan sosial, berjualan di dunia digital menjadi pilihan paling tepat. Hal ini terbukti mendorong peningkatan pendapatan para pelaku usaha di tengah masa penuh tantangan seperti sekarang,” ujar Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (16/10/2020).

Kresnayana mengatakan, untuk dapat berjualan di dunia digital, para pelaku usaha dianjurkan memperbaiki kualitas layanan dan produk. Karena dalam konsep digital marketing, kepercayaan menjadi hal yang utama.

“Jika kualitas layanan dan produk sudah diperbaiki, para pelaku usaha secara bertahap dapat meningkatkan kuantitas produksi,” terangnya.

Susana Supiyah, owner Sri Rejeki, menjelaskan jika dirinya sangat terbantu dengan adanya media sosial seperti Facebook dan Instagram.

Menurut Susana, dirinya dulu tidak pernah berjualan via dunia digital. Namun, setelah masuk masa pandemi, mau tidak mau ia menggunakan media sosial untuk berjualan produk-produk hasil pertanian miliknya. “Sebelum pandemi, saya jualan ke pasar-pasar ritel dan tradisional,” akunya.

Melalui dunia digital, Susana dia sangat terbantu sekali. Terutama pada masa awal pandemi, dia mendapat penghasilan yang cukup signifikan. Sebulan, omzet yang dikumpulkan sekira Rp 4,5 jutaan.

“Saya sangat bersyukur. Jika tidak ada pandemi, mungkin saya masih menggunakan cara-cara konvensional untuk berdagang,” tegasnya.

Yayuk Surat, owner KNR Collection, mengaku jika usahanya sempat mengalami kemunduran pada Apri dan Mei. Di bulan itu merupakan fase-fase di mana usahanya mengalami goncangan yang sangat besar.

“Saat itu, tabungan saya sudah habis. Sedangkan anak-anak butuh biaya untuk pendidikan. Jelas hal ini sangat berat bagi kami. Semenjak hal itu, saya mulai mencari dan membuka peluang lewat jualan masker,” ungkapnya.

Yayuk mengatakan, dari jualan masker ia dapat mendulang rupiah sedikit demi sedikit. Langkah itu dia lakukan karena saat pandemi peluang strategis hanyalah membuat masker.

“Saat itu keberadaan produk masker sangat langka. Saya melihat ini adalah peluang yang harus dimanfaatkan. Hal itu terbukti. Alhamdulillah, saya bisa mencukupi kebutuhan anak dan dapat membantu keperluan keluarga,” ungka dia.

Terkait pemanfaatan dunia digital untuk mengembangkan usaha, Yayuk mengungkapkan, jika d imasa pandemi, hampir 70 persen pemasukannya berasal dari dunia digital.

“Dulu, saya sangat meremehkan dunia digital. Hal itu dikarenakan dunia digital ini sangat identik dengan dunia gossip. Tidak berdampak baik bagi pribadi dan usaha. Namun, saat pandemi, persepsi saya berubah 180 derajat,” papar dia.

Wahyu Rini Marhaeni, owner Rien’s Craft, mengungkapkan, kunci bertahan di era pandemi adalah mau belajar, selalu mengikuti tren pasar, serta mau terus berusaha. Bagi dia, pemanfaatan teknologi sangat mendukung tumbuh kembang para pelaku UKM.

“Sebagai ibu rumah tangga yang gagap teknologi, awalnya saya kurang memahami digital marketing. Namun, sejak diberikan pembinaan dan pengetahuan di Pahlawan Ekonomi, saya mulai dapat memanfaatkan dunia digital untuk berjualan dan mengembangkan usaha,” akunya.

“Jujur, saya sangat berterima kasih kepada Pahlawan Ekonomi. Karena berkat pelatihan-pelatihan yang saya dapatkan, di masa pandemi ini saya dapat bertahan dan bisa mengembangkan usaha dengan jualan di media sosial,” imbuhnya. (wh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *