Mari E. Pangestu : Taman Surabaya Dorong Kreativitas

Mari E. Pangestu : Taman Surabaya Dorong Kreativitas

 

Keberadaan taman-taman di Surabaya mengundang kekaguman banyak pihak. Salah satunya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu. Ia mengungkapkannya usai memimpin rapat bersama Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia di Hotel Shangri-la, Rabu (13/3/2014).

Dia mengakui, keberadaan taman kota Surabaya mendukung visi dan misi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. “Saya dengar kalau taman di Surabaya sudah sampai menang award,” katanya. Taman yang dimaksud Mari adalah Taman Bungkul yang memperoleh penghargaan The 2013 Asian Townscape Award (ATA) untuk kategori Taman Terbaik Se-Asia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), November 2013 lalu.

Taman yang dibuat bagus dapat dijadikan ruang publik kreatif. Dalam artian, taman-taman itu, lanjut Mari, sangat mendorong kreativitas. “Keberadaan taman juga membuat kota menjadi nyaman dan enak untuk dikunjungi,” ungkapnya.

Mari menekankan pentingnya ruang publik bagi penumbuhkembangan kreativitas orang kreatif Indonesia. Caranya dengan keberadaan taman-taman dan alun-alun tersebut. Alun-alun dan taman-taman merupakan tempat bagi masyarakat dan orang kreatif Indonesia untuk berekspresi. “Semuanya itu dapat menumbuhkan kreativitas orang Indonesia,”tegasnya.

Selain itu, ada taman budaya. Menurut Mari, taman budaya merupakan ruang publik yang strategis sebagai tempat bagi orang kreatif Indonesia. “Fungsi taman budaya untuk berekspresi, berbagi pengetahuan dan pengalaman. Juga untuk menampilkan karya-karya, bereksperimen, menjual karyanya,” paparnya. Kini, terdapat 25 taman budaya didirikan di seluruh Indonesia.

Wisata heritage Surabaya pun tak luput dari perhatian Mari. “Surabaya ada wisata heritage yang menurut saya sudah maju. Bahkan cagar budayanya sudah diatur perda,” tuturnya. Perda yang dimaksud Nomor 5/2005 Tentang Pelestarian Bangunan dan/atau  Lingkungan Cagar Budaya. (wh)