Maret, BJTI Resmi Operasi 24 Jam Nonstop

Maret, BJTI Resmi Operasi 24 Jam Nonstop

Rencana PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) diharapkan bisa menumbuhkan throughput petikemas domestik hingga 12,5 persen. Peningkatan itu disebut  sebagai persiapan klasterisasi dan beroperasinya Terminal Multipurpose Teluk Lamong tahun ini.

Direktur Utama PT BJTI Putut Sri Muljanto mengatakan, operasional 24 jam sudah dilakukan soft launching pada bulan ini. Tetapi untuk operasional 24 jam nonstop baru dimulai pada 1 Maret 2014.

“Operasional 24 jam nonstop ini untuk peningkatan trhoughput (volume) dan pelayanan, sekaligus memberi nilai tambah,” kata Putut saat dijumpai diruang kerjanya, kemarin (28/1) siang. Pria kelahiran Magetan itu memperkirakan pertumbuhan petikemas domestik tahun ini tercapai 80-100 ribu, dengan sistem oeprasi 24 jam nonstop.

Pada 2013 lalu, pertumbuhan petikemas domestik di PT BJTI tercapai 880.711 TEU’s. Dengan estimasi kenaikan sekitar 12,5 persen, tahun ini diperkirakan tercapai 11 juta TEU’s. Capaian tersebut PT BJTI tidak ragu dengan operasional Teluk Lamong mengurangi jatah petikemas domestik di Berlian.

Sistem 24 jam nonstop yang diharapkan Putut ini mengoptimalkan waktu istirahat. “Istirahat tetap jalan, tetapi operasional tidak boleh berhenti. Artinya, masih ada petugas atau pekerja yang stand by di area kerja. Jadi tidak meninggalkan kerja,” lanjut Putut.

Contoh ini pernah dilakukan di Terminal Nilam tahun lalu. Nilam mampu mendorong pertumbuhan petikemas naik hingga 29 persen. Tetapi Putut menegaskan pola kerja di Nilam berbeda dengan di Berlian.

Dengan operasional 24 jam nonstop ini tidak perlu menambah investasi untuk meningkatkan pertumbuhan. Justru cara teresbut diakui Putut bisa mengurangi waiting time (waktu tunggu) di dermaga. Demikian juga untuk mempercepat truck round time (TRT/ perputaran truck) di dermaga.

PT BJTI saat ini memiliki 20 unit Harbor Mobile Crane (HMC), 15 Rubber Tyred Gentry (RTG), 4 Reach Stacker (RS), top loader 1, forklift 11, head truck 6, grabe 21, dan hopper 15 unit. Rencnanya tahun ini untuk menambah 2 unit Portal Crane, 2 unit RS, dan 2 unit HMC.

Asisten Manager Pengembangan Usaha dan Marketing BJTI, Sutopo menyebutkan, opersional non stop ini dipersiapkan untuk klasterisasi. Sebab PT BJTI tidak boleh lagi melayani curah kering, curah cair, general cargo, breakbulk, dan hanya melayani petikemas domestik.

“Operasional nonstop untuk menutup potensi kehilangan pendapatan dari pelayanan curah kering dan general cargo,” ungkapnya. (rif)