Manulife Beri Literasi Keuangan pada Anak-Anak

 

Manulife Beri Literasi Keuangan pada Anak-Anak

Memberi literasi keuangan kepada nasabah dewasa sudah lazim dilakukan perusahaan asuransi maupun lembaga pembiayaan. Tetapi bila memberi literasi kepada anak-anak, tentu sebuah terobosan baru. Itulah yang dilakukan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, melalui program Manulife Dreamland. Pihak Manulife. Program ini  sengaja membidik anak-anak karena dianggap lebih mudah menyerap segala informasi dan pengetahuan.

Metode yang dilakukan Manulife memberikan wahana permainan, seperti monopoli dan fun game lainnya. Didalam permainan itu, anak-anak diajarkan untuk mengetahui save (menabung), spend (membelanjakan), share (berbagi/ amal), dan asuransi yang dikemas melalui permainan.

Chief Client Office Manulife Indonesia Novita J. Rumngangun ditemui di Grand City Surabaya, Kamis (11/09/2014), menyebutkan program ini sepenuhnya untuk edukasi kepada anak-anak.

”Sepenuhnya kami tidak jualan produk. Program ini untuk mengedukasi, bagaimana cara mengelola keuangan sekaligus berinvestasi,” jelasnya kepada sejumlah wartawan.

Seperti yang dijelaskan, metode berinvestasi yang diajarkan tidak dalam bentuk paper (makalah), melainkan dalam bentuk fun game. ”Dalam hal ini tentunya orang tua sebagai pendaping dan tetap mengawasi anak-anaknya bermain. Di samping dari Manulife juga akan memberi pengawasan kepada anak-anak,” lanjutnya.

Sepanjang permainan, anak-anak dikenalkan dengan bagaimana mengelola uang yang didapat. Dengan cata seperti ini, ke depannya anak-anak lebih paham cara berinvestasi dengan benar. Metode belajar mengenal uang sejak dini diharapkan anak-anak bisa menetapkan impiannya.

Program literasi keuangan ini dilakukan serentak di dua kota, Surabaya dan Medan. Untuk kegiatan di Surabaya dipusatkan di Atrium Grand City, sedangkan di Medan dilakukan di Atrium Center Point mulai 8-14 September.

Perusahaan yang bermarkasi di Kanada ini juga mengharapkan bisa mengenalkan cara berinvestasi dengan baik. Sebab cukup banyak masyarakat yang belum mengenal investasi jangka panjang, seperti reksadana, asuransi, maupun saham.

”Mereka tidak harus kita arahkan untuk menguasai investasi yang dikuasai orang dewasa saja. Tetapi kita kenalkan sejak awal adalah cara terbaik sebagai pengetahuan dasar,” tutupnya. (wh)